IQRA' (QS Al Alaq). Hands on Science to Discover Allah's Sign. One who treads a path in search of knowledge has the path to paradise made easy by Allah (Riyadhus Shaleheen 245). Knowledge is not what is memorized but it is what benefits (Imam Syafi'ie). Knowledge is my companion with me in everywhere (Ali ra)
Showing posts with label Tausiyah. Show all posts
Showing posts with label Tausiyah. Show all posts
Saturday, December 10, 2011
Apostasy (Murtad): Issues and Solution
Menyitir perkataan dari seorang penyair Arab bahwa orang kafir akan selalu menganggap setiap kebaikan yang dilakukan oleh seorang muslim sebagai sebuah kebetulan dan apabila seorang muslim tidak memberikan kebaikan maka orang kafir akan menganggapnya sebagai sebuah keburukan dan kesalahan. Maksudnya adalah bahwa orang kafir tidak akan selalu senang dengan orang muslim.
Murtad artinya kembali kepada kekafiran setelah sebelumnya menjadi muslim. Keluar dari Islam dalam surat Al Maidah ayat 54. Iman seseorang bertambah dan berkurang. Kondisi Islam berkaitan dengan tingkat kemurtadan. Dunia Islam kadang kuat kadang lemah. Ketika Islam kuat, maka tidak akan ada kekafiran dan sebaliknya. Sejarah kemurtadan dapat dilihat pada zaman kekhalifahan.
Sebagamana diuraikan oleh DR Zahazan Muhammad tentang bagaimana sejarah kemurtadan. Ketika nabi wafat dan Abu bakar menjadi khalifah pada waktu itu, kondisi umat Islam tidak begitu kuat dalam aqidah. Salah satunya adalah munculnya golongan umat Islam yang tidak mau membayar zakat. Kemudian Abu Bakar menganggap bahwa mereka telah murtad dan memerintahkan untuk memerangi golongan tersebut.
Kasus kemurtadan tidak terjadi selama periode khalifah Umar bin Khatab dan Usman bin Affan, karena pada masa itu Islam berada dalam kondisi yang kokoh dan memilki kekuatan. Namun kemudian kemurtadan terjadi kembali pada zaman kekhalifahan Ali bin Abi talib, dimana pada masa itu suhu politik umat Islam sedang tidak baik.
Sebagai contoh kisah kemurtadan adalah suami Ummu Sulaim yang bernama Malik. Sebelum menikah, Malik adalah seorang musyrik kemudian menikah dengan Ummu Sulaim dan menjadi muslim. Namun karena Malik kecewa dengan syariat Islam, dia menganggap bahwa Islam terlalu banyak larangan dan batasan hingga kemudian dia menjadi kafir kembali.
Imam Qurtubi meriwayatkan pula tentang kisah murtadnya seorang muazin. Pada suatu hari, sebelum mengumandangkan azan, muazin tersebut melihat seorang wanita cantik dari menara tempat dia berazan. Perempuan tersebut tinggal di sebelah masjid, ayah dan ibunya adalah seorang nasrani. Begitu cantik dan mempesonanya perempuan tersebut, akhirnya muazin tersebut berniat menikahi dan bersedia keluar dari agama Islam. Kehendak Allah, pada malam ijab qabul mantan muazin tersebut meninggal dalam keadaan kafir. Nauzubillahi min zalik.
Saat inipun dapat kita saksikan seorang muslim murtad karena kecewa dengan syariat Islam misalnya karena ketidak puasan kenapa wanita tidak boleh menjadi imam, kenapa wanita hanya memiliki 1/2 bagian laki-laki dalam pembagian warisan dan juga karena masalah pernikahan beda agama. Masalah murtad terjadi sejak zaman dahulu hingga saat ini. Namun ketika Islam kuat, maka masalah ini akan dapat ditangani dengan baik.
Menurut DR Zaharudin Abdurrahman, yang dapat dilakukan seorang muslim dalam menangani masalah kemurtadan adalah dengan membina jati diri dan anti body, karena murtad sangat berdampak negative dalam masyarakat. Al Qur’an telah jelas menuliskan bahwa non muslim memiliki hasad dengki terhadap umat Islam. Yahudi dan nasrani tidak akan berhenti hingga muslim mengikuti agama mereka sebagaimana dalam surat al Baqarah ayat 120.
Dunia modern sekarang menyiratkan bahwa umat Islam tidak terjajah secara fisik oleh orang kafir, namun sebenarnya orang kafir telah berhasil meracuni pemikiran sebagian umat Islam, menjajah lewat pemikiran. Begitu gencarnya mereka dalam menghancurkan umat Islam, seperti termaktub dalam surat al Anfal ayat 36 bahwa orang-orang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi umat Islam dari jalan Allah. Hal ini misalnya dapat kita saksikan bagaimana selebriti holywood berhasil menjadi tokoh idola di kalangan umat Islam. Sehingga diantara umat Islam justru lebih familiar dengan nama-nama selebriti dibandingkan kisah para nabi maupun sahabat nabi. Sebagian umat Islam merasa bangga ketika berpenampilan kebarat-baratan dan sebagainya. Hal ini memperkuat bukti kedatangan Dajjal yang selalu menawarkan surga dunia atau neraka Allah swt.
Dalam Islam memang tidak ada paksaan untuk masuk Islam sebagaimana dalam al Baqarah ayat 256. Namun sebenarnya Jika Allah menghendaki, tentulah semua orang di muka bumi ini akan tunduk dan beriman kepada Allah sebagaimana dalam surat Yunus ayat 99.Tanggung jawab umat Islam dalam hal pemurtadan ini adalah dengan ilmu dan menunjukkan akhlak yang baik. Dengan ilmu, umat akan mengetahui sesuatu dengan cara yang benar sehingga akan mendapatkan rahmat Allah swt. Jika ilmu didapatkan dengan cara yang tidak benar, maka kita tidak akan mendapatkan rahmat dari Allah swt.
Prof Muhaya Muhammad menjelaskan bagaimana agar Islam dapat menjadi agama yang memberikan ketenangan sehingga seorang muslim tidak akan pernah memiliki keinginan untuk keluar dari Islam atau murtad. Dari kajian scientific, untuk kasus murtad pada usia 20 tahunan, jika dilihat dari sejarah lahir, maka ternyata hal ini sangat dipengaruhi oleh kondisi seorang ibu ketika sedang mengandung. Ibu yang mengandung dalam keadaan tekanan tinggi, maka hormon akan lebih berkembang pada otot bukan kepada otak. Sehingga seorang anak kurang matang dalam berpikir dan mudah terombang-ambing.
Dewasa ini, dalam pasangan yang educated, tidak sedikit yang mengalami permasalahan dalam keluarga yang disebut “perangkap profesional”. Orientasi pernikahan menjadi sebuah pilihan, antara untuk mencapai kebahagiaan di dunia semata ataukah untuk mencari ketenangan dalam agama. Kasus nyata yang terjadi misalnya, meski ayah dan ibu adalah seorang doctor, tapi ternyata memiliki anak yang tidak taat kepada Allah bahkan tidak meyakini adanya Allah.
Pada akhirnya, sebagai seorang muslim harus mengambil tanggung jawab dalam menyelesaikan masalah murtad. Kita harus senantiasa memupuk keyakinan kepada Allah dan menjaga sholat kita. Jika rabun dekat pada mata dapat disembuhkan hanya dengan 15 menit operasi, namun tidak dengan halnya murtad, murtad adalah rabun akhirat berimplikasi terhadap selamat-celakanya seorang muslim. Sebagai orang tua, harus mempersiapkan dan memberikan software dan program terbaik bagi anak. Menggunakan Formula tiga, yaitu miliki, beri dan dapat. Artinya kita memdapatkan sebesar apa yang kita beri, kita memiliki seperti apa yang kita dapat dan seterusnya. Diri kita yang akan datang adalah bergantung pada apa yang menjadi pilihan kita saat ini. Kita sesuai dengan apa yang kita baca. Life is by design, it’s not by devote. By Yuni Yulia Farikha
Program malam amal, berinfak sambil mencari ilmu oleh panitia pembangunan surau al Mukmin Mutiara Gombak pada tanggal 11 Desember 2011 di gedung CAC IIUM, disampaikan oleh 3 ilmuwan muslim Malaysia yaitu DR Zahazan Muhammad ustaz terkenal di skala nasional, DR Zaharudin Abdurrahman seorang dosen sekaligus ahli ekonomi islam dan Prof Muhaya Muhammad seorang ahli perubatan mata. Acara ini dihadiri oleh sekitar 1000 orang.
Tuesday, November 29, 2011
Menjadi Entrepreneur, Membangun Muslim Produktif bukan Konsumtif
Keberadaan seorang entrepreneur atau usahawan dalam perekonomian sebuah Negara menjadi sangat penting. Khususnya di Indonesia, jumlah usaha skala kecil dan menengah yang sangat besar merupakan penggerak utama ekonomi sektor riil. Bahkan telah terbukti bahwa mereka memiliki keampuhan dapat bertahan ketika krisis ekonomi 1997 yang lalu.
Biasanya membuka usaha sendiri, bagi kebanyakan orang menjadi pilihan terakhir setelah gagal melamar menjadi seorang PNS maupun pegawai sebuah perusahan. Padahal sebenarnya, kalau kita berkaca pada tauladan kita, nabi Muhammad saw, menjadi usahawan menjadi pilihan hidup beliau. Entrepreneur mencerminkan sosok pribadi yang mandiri, suka bekerja keras, tidak mudah menyerah pada keadaan dan tidak mudah bergantung pada orang lain. Bagi seorang yang berjiwa entrepreneur, sempitnya lapangan kerja bukan penghalang, tapi merupakan pemicu semangat untuk membuka lahan baru yang lebih menjanjikan.
Bagaimana Rasulullah dan para sahabat dahulu sebagai entrepreneur? Rasulullah besar dalam keadaan yatim piatu, tapi berkat kerja dan usaha yang optimal optimal beliau sukses menjadi pedagang dalam usia yang relative muda. Sahabat Rasulullah, Abu Bakar ra telah menjadi seorang milioner sejak usia 18 tahun dan dari hasil perniagaan, beliau selalu berkontribusi membiayai peperangan yang terjadi pada masa itu.
Begitu pula sosok sahabat Abdurrahman bin Auf yang dalam banyak kisah dikenal sebagai sosok pedagang yang mulia yang memegang prinsip pantang untuk meminta pemberian orang lain, selain upahnya sendiri. Beliau adalah sosok pedagang yang memiliki strategi dagang luar biasa. Ketika hijrah menuju Madinah, beliau dalam keadaan miskin tidak berbekal apapun. Da setiba di Madinah meski diberikan tawaran oleh kaum Anshor untuk mengambil harta dan istri mereka namun beliau menolak dan hanya meminta untuk ditunjukkan keberadaan pasar yang waktu itu dikuasai oleh yahudi. Kegigihan beliau dalam berdagang sebagaimana beliau ungkapkan sendiri: "aku melihat diriku kalau seandainya aku mengangkat sebuah batu aku mengharapkan mendapatkan emas atau perak". Pendapatan yang semakin meningkat dari ke hari tidaklah menyebabkan beliau menjadi manusia yang pelit dan kikir serta jauh dari jalan Allah. Beliau tidak ragu untuk menyumbangkan hartanya di jalan Allah sebagaimana dalam sebuah riwayat bahwa beliau menyumbangkan setengah dari hartanya. Hal ini seperti disebutkan Zuhri bahwa Abdurrahman bin Auf menyumbangkan setengah dari hartanya sebanyak empat ribu dirham pada masa Rasulullah s.a.w., kemudian beliau menyumbangkan empat ribu dirham, kemudian empat puluh dinar, kemudian lima ratus kuda perang di jalan Allah, kemudian seribu lima ratus tunggangan atau rahilah di jalan Allah, dan semuanya merupakan harta dari berdagang. Masha Allah.
Ada banyak lagi keistimewaan dari sosok Abdurrahman bin Auf yaitu meninggalkan dua puluh delapan anak lelaki dan delapan anak perempuan. Luar biasa, walaupun sudah menyumbangkan hampir keseluruhan hartanya di jalan Allah s.w.t. namun beliau masih meninggalkan harta warisan yang sangat banyak. Dalam sebuah riwayat dari Muhammad, beliau menceritakan bahwa di antara harta peninggalan Abdurrahman bin Auf adalah emas murni sehingga tangan para tukang merasa kewalahan (lecet) untuk membagikannnya dan empat orang isterinya masing-masing menerima harta warisan sebanyak delapan puluh ribu dinar. Abu Amr berkata bahwa Abdurrahman adalah seorang pedagang sukses dalam bidang bidang perniagaan, sehingga mendapatkan laba yang sangat banyak, meninggalkan sebanyak seribu unta, tiga ratus kambing, seratus kuda perang yang digembalakan di daerah Naqi' dan mempunyai lahan pertanian sehingga kebutuhan keluarganya setahun dipasok dari hasil tanaman tersebut. Allahu Akbar.
Dewasa ini, kita juga dapat belajar dari Negara Turkey yang secara ekonomi telah mapan, mayoritas penduduk di Negara tersebut adalah pedagang. Sektor perdagangan merupakan sektor riil yang menggerakkan perekonomian di Negara tersebut. Dalam Islam, seorang pedagang memiliki beberapa keistimewaan. Sebagaimana dalam surat Annur ayat 37, pedagang yang selalu mengingat Allah akan mendapatkan pancaran nur dari Allah. Dalam sebuah hadits dikatakan pula bahwa pedagang merupakan sembilan dari sepuluh pintu masuk surga. Selain itu, mayoritas para sahabat nabi yang dijamin masuk surga, mereka adalah para pedagang.
Rasulullah, para sahabat dan juga para entrepreneur menurut penulis merupakan refleksi generasi Ar Ra’du yang terukir dalam ayatnya “ sesunguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada mereka sendiri”(QS. Ar Ra’du /13: 11). Point yang penting dari fakta kesuksesan para entrepreneur dan dari ayat Allah tersebut adalah sikap kemandirian. Kemandirian adalah manifestasi dari keyakinan seseorang untuk mengoptimalkan kemampuan yang dimilikinya dengan tidak bergantung pada orang lain. Dan kemandirian tidak dapat berdiri tanpa adanya keberanian. Dalam hal ini, menurut penulis, kemandirian dan keberanian menjadi modal dasar untuk menjadi seorang entrepreneur.
Lebih-lebih bagi seorang muslimah, seorang entrepreneur menjadi profesi yang sangat “nyaman dan selamat “. Kenapa? karena jam kerja yang fleksibel, tidak terikat waktu dan tempat serta dapat melakukan aktifitas bisnis sekaligus mengurus keluarga. Bunda siti Khatijah ra menjadi contoh yang ideal untuk kita ikuti. Seorang wanita yang sukses menghandle bisnis skala internasional, sukses dalam keluarga serta tidak diragukan lagi akan komitmen dan kontribusi beliau terhadap dakwah.
Kenapa berbisnis? Menurut salah seorang trainer WEDIC, DR Mira Kartiwi, yang menjadi alasan utama seorang muslim dalam berbisnis adalah untuk membangun dan mengembalikan peradaban Islam kepada masyarakat yang produktif bukan konsumtif. Selain itu, dengan berbisnis maka telah membangun ekonomi keluarga dan ikut membangun perekonomian umat melalui zakat.
Bagaimana dengan kita? mari memulai menciptakan usaha sekarang juga, meski dari skala kecil tanpa harus menunggu dan memilih waktu yang tepat. Selain itu, kita juga harus memperhatikan agar jangan melakukan semua usaha sendiri alias perlunya kita bekerja sama satu sama lain dan pentingnya membuat sebuah jaringan. wallahu alam bishowab.
By Yuni Yulia Farikha (sedang belajar menjadi entrepreneur)
Monday, November 28, 2011
SANAH JADIDAH 1433 H, LET'S HIJRAH!
Tidak terasa kita sudah berada di tahun baru Hijriyah 1433. Sedikit mengingat tentang sejarah, tahun baru hijriyah mulai ditetapkan oleh khalifah kedua, Umar bin Khattab dengan bertitik tolak kepada peristiwa hijrahnya nabi Muhammad saw beserta para pengikutnya dari Makkah ke Yastrib (Madinah).
Hijrah dari kata hajara yang memiliki arti meninggalkan sesuatu dan berpindah. Adapun arti berpindah bukan hanya berpindah secara fisik. Dalam hadits riwayat Bukhari diuraikan “ Seorang yang berhijrah (muhajir) ialah yang hijrah dari segala perbuatan yang dilarang Allah SWT”.
Apabila direlevansikan dengan kondisi umat saat ini, maka hijrah bukan lagi menjadi sebuah pilihan, tetapi menjadi sebuah kewajiban seorang muslim. Sebagaimana ulama besar tanah air, Buya Hamka menuturkan bahwa melihat keadaan sekarang ini, di mana pedoman kehidupan sudah kabur, nilai yang benar dan salah kadang kacau balau, yang haq dan batil sudah tidak tentu ujung pangkalnya, maka umat Islam harus hijrah. Beliau menambahkan bahwa umat harus hijrah sebagaimana dalam QS Al Ankabut 26, “Saya hijrah kepada Tuhanku”. Hijrah juga mengharuskan setiap muslim bersikap tegas dan jelas dalam meningglkan larangan Allah SWT. Selain itu muslim juga hijrah dalam menjalankan segala perintahNya secara sungguh-sungguh dan gradually.
Selain itu, makna hijrah yang diwujudkan dalam bentuk komitmen lebih dikenal dengan hijrah qalbiyah, hijrah hati atau hijrah mental yang berlaku sepanjang masa. Hijrah hati menurut Ibnul Qayyim Al Jauziyah dalam Thariqul Hijratain , seorang muslim selama dalam perjuangan mengarungi kehiduan ini akan menempuh dua jalan hijrah. Pertama, hijrah kepada Allah yang dilakukan dengan taqarrub kepadaNya, mencintai, berbakti, berserah diri, berdoa dan senantiasa mengharap ridhaNya. Kedua, hijrah kepada Rasulullah saw, dengan mengikuti langkah-langkah dan perjuangannya.
Semoga kita dapat selalu mengenang momentum tahun baru hijriyah secara mendalam. Semoga kita dapat menghayati semangat, hikmah hijrah dan relevansinya dalam dunia saat ini untuk memperbaiki kualitas diri dan umat agar semakin lebih baik. Selamat tahun baru 1433 H, dan mari berhijrah!
Yuni Yulia Farikha, dari berbagai sumber.
Ya Allah..jadikan hamba semakin shalihah dan semakin kontributif untuk umat...aamiin.
Selamat tahun baru untuk semua ^_^
Thursday, October 27, 2011
Let's Sunnah Fasting in this month
Ada Hadits riwayat Imam Ahmad dan Nasa’i yang menyatakan bahwa empat hal yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah saw : Shaum Asyuro atau tanggal 10 Muharam, puasa 10 hari dalam bulan dzulhijah atau bulan haji, puasa 3 hari setiap bulan dan 2 rakaat qabliyah Shubuh. Katerangan dalam Fiqh Sunnah juz 3 hal 2.
So, selama bulan haji ni, jom kita berpuasa 10 hari, bisa dimulai hari ini. Tanggal 10 zulhijah qta idul adha, 11-13 hari tasyrik, nah nti qta lanjutkan tanggal 14 insya Allah.
Oia, sila berbagi referensi ttg amalan dan keutamaan2 di bulan haji ini....
Semoga bermanfaat. Mari puasa, mari berpuasa...
Thursday, October 13, 2011
Exploring the Potential of Ummah
Ahad bakda zuhur hingga ashar tanggal 9 oktober 2011 di LR.3.9 telah diadakan kajian oleh Profesor Didin Khafidudin dengan tema Menggali Potensi Umat. Menurut beliau, dimanapun umat Islam berada, maka harus memiliki keunggulan kompetitif dan senantiasa memiliki harapan yang tinggi. Sebagaimana dalam surat Yusuf ayat 87, bahwa kita tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah. Apalagi yang membedakan orang beriman dengan yang tidak beriman adalah optimisme dan harapan.
Beliau menambahkan bahwa kita tidak perlu ada pesimisme dan ragu-ragu dalam menghadapi permasalahan. Orientasi berbuat kita adalah proses, bukan hasil. Tidak boleh takut gagal karena berbuat adalah lebih baik daripada tidak. Yang penting adalah kita senantiasa berusaha ihsan dengan beramal secara maksimal. Karena sebuah kemustahilan bahwa kesuksesan diperoleh dengan kemudahan.
Umat Islam memiliki lima potensi. Pertama,memiliki ajaran yang kamil mutakamil dan sempurna. Meski dalam realitanya, secara sosiologis masih terdapat kesenjangan antara ajaran dan perilaku umat. Kedua, Secara kuantiti, memiliki jumlah umat yang banyak. Ketiga, mayoritas negara-negara muslim, kaya akan sumber daya alam. Keempat, potensi sejarah dimana dahulu Islam pernah membangun sejarah peradaban. Kelima, potensi mendapatkan nasrul minallah. Nah, sebagai muslim, kita wajib berusaha menggali potensi tersebut.
Belajar dari Negara Turkey yang secara ekonomi telah mapan, ternyata mayoritas penduduk di Negara tersebut memiliki pencaharian sebagai pedagang. Sektor perdagangan merupakan sektor riil yang menggerakkan perekonomian sebuah Negara. Dalam Islam, seorang pedagang memiliki beberapa keistimewaan. Sebagaimana dalam surat Annur ayat 37, pedagang yang selalu mengingat Allah akan mendapatkan pancaran nur dari Allah. Dalam sebuah hadits dikatakan pula bahwa pedagang merupakan sembilan dari sepuluh pintu masuk surga. Selain itu, mayoritas para sahabat nabi yang dijamin masuk surga, mereka adalah para pedagang. Adapun sektor riil yang terbaik di dunia adalah Arab Saudi, dilihat dari stabilnya harga di pasar dari waktu ke waktu.
Menurut Yusuf Qardhawi, ada dua klasifikasi ilmu. Pertama ilmu fardu ‘ain seperti sholat dan amal ibadah mahdhoh yang lain. Kedua, ilmu fardu kifayah dimana pembangunan umat termasuk di dalamnya. Sehingga wajib bagi kita untuk menjadi mengambil bagian dalam membangun umat agar Islam menjadi rahmatan lil ‘alamin, yaitu tidak hanya membawa rahmat bagi umat Islam namun lintas agamapun juga merasakannya. Mari menggali potensi umat, dimulai dengan memaksimalkan potensi diri kita. wallahu’alam. by Yuni Yulia Farikha
Tuesday, August 23, 2011
GO I’TIKAF, Don’t Miss It!
Saat ini kita telah memasuki 10 hari terakhir Ramadhan. Bagi saya, ramadhan tahun ini terasa lebih nikmat dari tahun-tahun sebelumnya. Kenapa? Karena sejak hari yang keenam saya dan dua puluhanan kawan muslimah yang lain kami tinggal di masjid UIA. Yup, kita menempati traveller room level tiga masjid. Alhamdulillah, dibandingkan tahun sebelumnya tahun ini saya lebih banyak berada di masjid dan tidak banyak disibukkan untuk pekerjaan di luar kampus.
Sekarang baru saya merasakan bahwa meski setiap hari belum bisa dikatakan 100 % di masjid, at least menghabiskan rata-rata 10 jam setiap hari di masjid adalah kesempatan yang sangat berharga. Kebahagiaan yang tidak terkira ketika malam 21 Ramadhan yang lalu, masjid terasa sangat sesak. Banyak jamaah dari luar UIA datang untuk menikmati malam 21 di masjid UIA. Para jamaah seakan-akan tidak mau untuk melewatkan begitu saja sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan.
Masjid UIA merupakan salah satu masjid yang kondusif untuk beribadah selama Ramadhan, karena masjid yang luas memiliki empat lantai dan juga terdapat panitia yang mengarrange kegiatan i’tikaf. Selama 10 hari terakhir panitia menghadirkan aktifitas ceramah, tarawih dan qiyamul lail berjamaah, kelas bahasa Arab, bedah buku sekaligus iftar dan sahur bersama. Allahu akbar, indahnya......
I’tikaf secara lughah artinya mengikuti, mengiringi, membiasakan, menetapi (Lihat Imam Asy Syaukani, Fathul Qadir, 1/244. Mawqi’ Ruh Al Islam). Menurut sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah yang dimaksud I’tikaf di sini adalah menetapi masjid dan menegakkan shalat di dalamnya dengan niat mendekatkan diri kepada Allah ‘Azza wa Jalla. (Fiqhus Sunnah, 1/475).
Hukumnya adalah sunnah alias tidak wajib, kecuali I’tikaf karena nazar. Dalam Al Qur’an, tentang I’tikaf ini dapat dilihat dalam QS. Al Baqarah : 187 “Janganlah kalian mencampuri mereka (Istri), sedang kalian sedang I’tikaf di masjid”. Dalam hadits salah satunya seperti diriwayatkan oleh ‘Aisyah Radiallahu ‘Anha bahwasanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan sampai beliau diwafatkan Allah, kemudian istri-istrinya pun I’tikaf setelah itu (HR. Bukhari, No. 2026, Muslim No. 1171, Abu Daud No. 2462. Ahmad No. 24613, dan lainnya).
Bagi wanita, terdapat dalil bolehnya I’tikaf dan tidak ragu bahwa kebolehan itu terikat dengan izin para walinya, atau aman dari fitnah, dan aman dari berduaan dengan laki-laki lantaran banyak dalil yang menunjukkan hal itu, juga kaidah fiqih: menolak kerusakan lebih diutamakan dibanding mengambil maslahat (Qiyamur Ramadhan, Hal. 35. Cet. 2. Maktabah Islamiyah, ‘Amman. Jordan).
Adapun yang menjadi yarat bagi orang yang beri’tikaf adalah muslim, mumayyiz (sudah mampu membedakan salah benar, baik buruk), suci dari junub, haid, dan nifas, tidak sah jika kafir, anak-anak yang belum mumayyiz, junub, haid, dan nifas (Fiqhus Sunnah, 1/477). Ada dua rukun I’tikaf yaitu niat untuk ibadah dan menetap di masjid. Di masjid adalah syarat sahnya I’tikaf sesuai petunjuk Al Quran Al Baqarah ayat 187, juga menjadi contoh dari sunah Rasululah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Apa yang dilakukan selama I’tikaf? hendaknya para mu’takifin memanfaatkan waktunya selama I’tikaf dengan aktifitas ketaatan, seperti membaca Al Quran, dzikir dengan kalimat yang ma’tsur, muhasabah, shalat sunnah mutlak, boleh saja diselingi dengan kajian ilmu.
Aktifitas yang diperbolehkan selama I’tikaf (diringkas dari Fiqhus Sunnah) adalah pertama, tawdi’ (melepas keluarga yang mengantar), sebagaimana yang nabi lakukan terhadp Shafiyyah. Kedua, menyisir dan mencukur rambut, sebagaimana yang ‘Aisyah lakukan terhadap nabi. Ketiga, keluar untuk memenuhi hajat manusiawi, seperti buang hajat. Keempat, makan, minum, dan tidur ketika I’tikaf di masjid, atau mencuci pakaian, membersihkan najis, dan perbuatan lain yang tidak mungkin dilakukan di masjid. Adapun yang menjadi pembatal I’tikaf antara lain secara sengaja keluar dari masjid tanpa ada keperluan walau sebentar, murtad, hilang akal, gila, mabuk, jima’ / hubungan badan (Lihat semua dalam Fiqhus Sunnah, 1/481-483).
Meski begitu singkat penjabaran tentang fikih I’tikaf di atas, tetapi setidak-tidaknya cukup menjadi bekal bagi kita untuk melakukan I’tikaf. Mari lewati sepuluh hari tekakhir Ramadhan kali ini dengan I’tikaf di masjid. Mari kita berusaha mendapatkan lailatul qadar dan memaksimalkan ibadah di bulan Ramadhan. Semoga kita dapat mencapai derajat muttaqin, lulus dari madrasah ramadhan dengan predicate cumlaude dan semakin menjadi umat yang lebih baik di hadapan Allah SWT..aamiin.
By Yuni Yulia Farikha
Friday, August 5, 2011
Thursday, August 4, 2011
Friday, June 24, 2011
Run to the Forgiveness of Allah
Sharing resensi taujih Syaikh Reda dari al Maghrib institure Yaman, ba’da maghrib di masjid UIA, Jumat 24 June 2011.
What?
Menuju ampunan Allah SWT , salah satu caranya adalah dengan segara bertaubat sebelum datangnya azab sebagaimana dalam QS Azzumar/39 : 53. Bertaubat artinya kembali kepada jalan Allah, jalan yang benar. Dan Allah selalu mengampuni dosa hambaNya kecuali dosa syirik.
Who?
Ternyata, yang diperintahkan untuk bertaubat tidak hanya orang yang berbuat salah atau melakukan sesuatu yang tidak diridhai Allah saja. Tetapi, semua orang yang beriman kepada Allah hendaknya melakukan taubat. Sebagaimana dalam salah satu ayat disebutkan surat Annur ayat 31 yang berbunyi...dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.
When?
Otomatis, setiap saat kita harus bertaubat, dalam keadaan normal lebih-lebih ketika kita melakukan hal yangmendatangkan murkaNya.
How?
Ada tiga tahapan dalam bertaubat bil qabli, bil lisani wa amali. Dalam hati kita menyesal dan bersegera mohon ampunan kepada Allah, dengan lisan kita kita beristighfar dan menyebut asmaNya untuk memohon ampunan dan dengan perbuatan penyesalan dan perbaikan diri kita yang dapat mendekatkan kita kepada Allah SWT. Let’s taubat / back to the forgiveness of Allah!
Monday, May 2, 2011
Ternyata, Makna Cinta dalam Pernikahan itu....
Sebuah nasehat yang berharga dari Bu Nadia yang aku jumpai selama study di IIUM. Masha Allah, membuat aku berpikir dan berpikir.....oh, ternyata cinta dalam pernikahan itu tidak mudah, perlu pengorbanan yang terus berkelanjutan. Merasa bosan adalah fitrah manusia dan ketika perasaan bosan itu hadir, cinta menjadi sebuah ujian, hingga kemudian kita harus selalu ingat akan komitmen akan sebuah pernikahan, dan keridhaan dariNya. Percakapan berikut semoga membekas di hati kita.
Fulan : Aku sudah tidak mencintai istriku lagi.
Kawan Fulan : Pulanglah dan cintailah dia!
Fulan : Kamu tidak mengerti aku, aku sudah tidak punya perasaan itu lagi.
Kawan Fulan : Pulanglah dan cintailah dia!
Fulan : Tetapi secara emosi aku tidak jujur ketika aku memperlakukan istriku seperti itu, padahal aku tidak merasakannya?
Kawan Fulan : Apakah menurutmu ibumu mencintai kamu?
Fulan : Ya tentu saja (mantap)
Kawan Fulan : kira – kira setelah ibumu melahirkanmu dan kamu menangis, menjerit di tengah malam karena popok basah dan dia terpaksa bangun walau tubuhnya masih sangat letih, berjalan di lantai yang dingin tanpa alas kaki untuk mengganti popok dan menyusuimu. Apakah menurutmu dia sungguh – sungguh menikmati semua itu?
Fulan : Tidak (menunduk).
Kawan Fulan : Kalau begitu, apakah itu berarti bahwa ibumu secara emosi juga tidak jujur? Ukuran besarnya cinta seorang ibu kepada anaknya bukan karena dia menikmati popok di tengah malam. Melainkan karena ibumu RELA melakukan itu semua meski dia tidak begitu menyukainya.
Jika berbicara tentang pernikahan, maka ternyata pernikahan itu tidak hanya didasari oleh perasaan cinta semata, lebih dari itu adalah sebuah KOMITMEN. Saat pertama pernikahan, suami menikahi istrinya karena cinta. Tetapi cinta yang menggebu-gebu akan padam seiring dengan berjalannya waktu. Hanya KOMITMEN yang membuat cinta yang menggebu-gebu menjadi CINTA YANG MATANG dan DEWASA.
Lalu, apakah cinta sejati? Cinta yang bersifat ‘turun ke bawah’, yang tidak memikirkan ‘untung-rugi’, cinta yang ‘rela berkorban’ demi seseorang yang dinikahinya. INILAH CINTA YANG HARUS DIUSAHAKAN DALAM PERNIKAHAN.
Ketika seseorang mengungkapkan, ‘aku cinta kamu’, berarti ‘aku memikirkanmu dan biarkan kamu kumiliki’ adalah cinta yang egois karena hanya bergantung pada perasaan seseorang. Padahal perasaan akan dimakan oleh waktu dan bisa saja perasaan ini muncul pada diri orang lain atau pasangan orang lain.
Suasana hati mudah berubah. Kondisi fisik semakin tua dan semakin tidak menarik, maka KOMITMENlah yang akan menyelamatkan pernikahan. Keberanian dalam melakukan sebuah ‘tindakan’ baik dalam keadaan suka maupun tidak suka untuk mengasihi pasangan dalam mempertahankan PERNIKAHAN.
Namun di atas semua itu, yang paling penting sebagai seorang Muslim adalah bahwa pernikahan harus ditujukan untuk meraih KETAQWAAN dan RIDHA ILLAHI. Ibarat berlayar, tempat berlabuh kita adalah pulau TAQWA, bagaimana suami istri itu dapat mencapai pulau TAQWA itu dengan selamat. So, mari kawan cintailah pasangan kita berdasarkan KOMITMEN, RELA BERKORBAN tuk menuju KETAQWAAN dan RIDHA Illahi.
By Yuni Yulia Farikha
Friday, December 31, 2010
Sudahkah Aktiftas Kita Di Kampus Merupakan Rangkaian IBADAH Kita Kepada ALLAH?
Pertanyaan di atas adalah satu dari sekian banyak pertanyaan muhasabah di ujung tahun 2010. Meski bukan merupakan perayaan yang berdasarkan Al-qur’an dan assunah,akan tetapi peringatan tahun baru yang diadakan oleh PPI yang bekerjasama dengan FOTAR dan IKPM pada tanggal 31 Desember 2010 merupakan salah satu bentuk kegiatan positif yang dapat menghindarkan diri dari kegiatan sia-sia yang biasa dilakukan oleh kebanyakan orang dalam merayakan malam tahun baru. Bahkan terkadang kegiatan perayaan tahun baru secara umum sering membawa kemudharatan.
Tahun baru sebagai sebuah momentum. Menurut ustaz Yusuf, narasumber pertama pada acara di malam tersebut, refleksi tahun baru yang diadakan PPI adalah salah satu upaya untuk memaksimalkan momen akhir tahun sekaligus momen untuk bermuhasabah. Muhasabah adalah momen yang harus terus menerus dilakukan oleh manusia kepada Allah SWT. Seorang Muslim dituntut untuk senantiasa bermuhasabah tidak hanya pada setiap akhir tahun saja, tetapi hendaknya bermuhasabah dalam momentum yang lain juga seperti ketika bulan Ramadhan, berhaji bahkan tidak menutup kemungkinan kita dapat melakukan muhasabah setiap hari menjelang tidur.
Muhasabah adalah sebuah proses menuju perbaikan diri. Sebagaimana tertulis dalam surat Al-Hasyr ayat 18, Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Ayat lain yang memerintahkan manusia untuk selalu bermuhasabah juga tersirat dalam surat Al-Hadid ayat 16.
Muhasabah merupakan salah satu jalan menuju ketakwaan yang seiring sejalan dengan mu’ahadah, mujahadah, muraqabah dan mu’aqabah. Mu’ahadah adalah senantiasa berusaha mengikat janji antara manusia dengan Allah SWT. Mujahadah dilakukan dengan selalu melakukan perencanaan terhadap aktifitas yang dilakukan. Muraqabah dilakukan dengan selalu menjaga keikhlasan hati, menghindarkan diri dari sikap riya’dan sombong. Sedangkan mu’aqabah dilakukan dengan selalu menjaga agar diri kita tidak keluar dari dari apapun yang tidak diinginkan Allah SWT.
Selain tentang muhasabah, materi yang tidak kalah menarik pada malam tersebut adalah tentang motivasi. Ustaz Lukmanul Hakim mengingatkan kita agar selalu merasa sangat special. Dengan memaksimalkan segala potensi yang dimiliki, setiap Muslim akan mencapai kesuksesan dunia dan akhirat. Dari sebuah riset disampaikan pula tentang empat kunci kesuksesan, yaitu keberuntunggan, kerja keras, pengetahuan dan akhlak. Kekurangan manusia pada umumnya adalah mudah berprasangka buruk dan kurang bersyukur atas semua yang telah diberikan Allah.
Selain berdoa bersama di awal tahun 2011 yang dipimpin oleh ustaz afdal, sholat tahajudpun menjadi bagian dari tentative acara pada malam tahun baru tersebut. Meski peserta yang tersisa hanya tujuh puluh lima persen dari jumlah peserta di awal acara,akan tetapi sholat malam tetap berjalan dengan khusyuk, sebagai imam adalah Ahmad Ilmi dan ustaz Yusrizal.
Alla kulli hal, mari senantiasa bersyukur atas waktu dan semua yang telah diberikan Allah kepada kita. Hidup adalah sebuah pilihan, mari rencanakan setiap aktifitas kita dan pastikan bahwa apa yang kita lakukan adalah bagian dari rangkaian ibadah kita kepada Allah. Syukran kepada panitia, semoga Allah selalu mempermudah segala aktifitas kita…Aamiin…Mari memulai 2011 dengan muhasabah! Wallahu’alam.
by Yuni Yulia Farikha
Monday, December 6, 2010
Sanah Jadidah…Mari MUHASABAH!!!

Tidak terasa, sudah setahun saya hidup tanpa facebook. Masih teringat, tepat 1 muharam 1431 yang lalu sy berazam tidak menggunakan FB dengan segala konsekuensinya. Saya merasa hidup tanpa facebook adalah lebih tenang. Saat ini di awal tahun baru, apalagi yang menjadi resolusi diri?
Ternyata, ada banyak hal yang harus diperbaiki……saya harus lebih taat kepada Allah dengan meningkatkan kualitas maupun kuantitas ibadah. Saya harus lebih bermanfaat untuk umat, dengan selalu menyeru kebaikan dan sungguh-sungguh dalam mengumpulkan ilmuNya. Saya harus lebih bijak dalam bersikap, harus lebih Islami dalam bersikap, bertutur, berpenampilan…ber….
Ya Allah, begitu banyak kenikmatan yang telah Engkau berikan,,,,maafkanlah hambaMu yang kurang pandai dalam bersyukur ini……Ya Allah, bimbinglah hamba untuk dapat melalui setiap episode kehidupan ini dengan keridaanMu….Ingatkanlah hamba selalu hamba ketika khilaf….Lindungilah hamba agar selalu dalam rahmat dan maghfirahMu….Aamiin..Aamiin…Aamiin..Ya Rabbal ‘alamiin.
by Yuni Yulia Farikha
Wednesday, December 1, 2010
Bencana Merapi 2010
Di sela-sela liburan Idul Adha di Magelang 14 sampai 21 November 2010 yang lalu, menyempatkan mengunjungi tempat pengungsian dan pos P2B PKS Kabupaten Magelang, maksudnya meniatkan diri untuk menjadi relawan. Alhamdulillah, pada waktu itu masa kritis telah berlalu, gunung merapi sudah tidak melakukan erupsi lagi. Meski begitu tetap dapat dilihat pemandangan sepanjang kota Muntilan bagai kota mati. Di sekeliling jalan, semua pohon kelapa menjadi layu, pohon salak roboh, toko-toko besar baik itu rumah makan maupun toko oleh-oleh masih tutup dan tidak ketinggalan sisa abu masih terlihat tebal menempel di sepanjang jalan.
Apa yang sudah kita berikan mereka? Bantuan materi sangat diperlukan, apalagi untuk merecovery ekonomi para korban bencana. Pertanian,yang menjadi lapangan kerja pokok terpuruk pasca bencana. Berdasarkan penelitian, hasil observasi dengan mikrokoskop diketahui bahwa struktur abu vulkanik adalah berupa pasir dan runcing. Apabila menempel di tanah, maka lahan pertanian akan menjadi tidak subur. Lahan pertanian akan menjadi subur, setelah terjadi pelapukan tanah sekitar 5-10 tahun kemudian.
Alla kulli hal, dari bencana Merapi, sepatutnya kita bisa mengambil hikmah. Bencana, kematian tidak pernah diketahui oleh manusia. Oleh karena itu, mari jadikan setiap waktu yang tersisa dalam hidup kita untuk selalu beramal sholih. Memanfaatkan setiap desah nafas kita untuk mencetak sebanyak-banyaknya peluang investasi akherat. Bukankah sebagaimana sebuah hadits mengatakan bahwa orang yang cerdas adalah yang selalu mengingat kematian dan selalu mempersiapkan untuk menghadapi kematian. Dan jangan lupa untuk bisa membantu saudara-saudara kita yang tertimpa bencana dengan ikhlas, minimal kita mendoakan mereka. Wallahu’alam
By Yuni Yulia Farikha
Apa yang sudah kita berikan mereka? Bantuan materi sangat diperlukan, apalagi untuk merecovery ekonomi para korban bencana. Pertanian,yang menjadi lapangan kerja pokok terpuruk pasca bencana. Berdasarkan penelitian, hasil observasi dengan mikrokoskop diketahui bahwa struktur abu vulkanik adalah berupa pasir dan runcing. Apabila menempel di tanah, maka lahan pertanian akan menjadi tidak subur. Lahan pertanian akan menjadi subur, setelah terjadi pelapukan tanah sekitar 5-10 tahun kemudian.
Alla kulli hal, dari bencana Merapi, sepatutnya kita bisa mengambil hikmah. Bencana, kematian tidak pernah diketahui oleh manusia. Oleh karena itu, mari jadikan setiap waktu yang tersisa dalam hidup kita untuk selalu beramal sholih. Memanfaatkan setiap desah nafas kita untuk mencetak sebanyak-banyaknya peluang investasi akherat. Bukankah sebagaimana sebuah hadits mengatakan bahwa orang yang cerdas adalah yang selalu mengingat kematian dan selalu mempersiapkan untuk menghadapi kematian. Dan jangan lupa untuk bisa membantu saudara-saudara kita yang tertimpa bencana dengan ikhlas, minimal kita mendoakan mereka. Wallahu’alam
By Yuni Yulia Farikha
Monday, July 19, 2010
Di Ambang RAMADHAN
Tidak terasa, bulan Ramadhan semakin dekat menyapa kita. Bulan yang penuh rahmat dan ampunan dari Allah SWT yang juga lengkap dengan ganjaranNya yang menjulang. Ramadhan merupakan bulan yang utama, sebagaimana sebuah hadits yang menyebutkan "Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan kepadamu puasa didalamnya; pada bulan ini pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat; juga terdapat pada bulan ini malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barangsiapa tidak memperoleh kebaikannya maka dia tidak memperoleh apa-apa'." (HR. Ahmad dan An-Nasa'i). Begitupula amalan puasa, memiliki keutamaan yang sangat besar di hadapan Allah sebagaimana hadits riwayat Muttafaq ‘alaih, “Allah SWT berfirman : Setiap amal yang dilakukan anak adam adalah untuknya, 'Kecuali puasa, itu untuk-Ku dan Aku yang langsung membalasnya. la telah meninggalkan syahwat, makan dan minumnya karena-Ku.' Orangyang berpuasa mendapatkan dua kesenangan, yaitu kesenangan ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Sungguh, bau mulut orang berpuasa lebih harum daripada aroma kesturi."
Saat ini kita berada di bulan Sya’ban, di ambang Ramadhan. Bulan ini adalah kesempatan bagi umat Islam untuk mempersiapkan diri secara fisik maupun mental dalam menghadapi bulan Ramadhan. Ada beberapa hal yang dianjurkan untuk dilakukan di bulan Sya’ban.
Pertama, memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya’ban sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Rasul mengajak untuk berpuasa di bulan ini adalah, sebagai latihan menghadapi medan pertempuran melawan hawa nafsu yang sesungguhnya yaitu ketika puasa fardhu di bulan Ramadhan. Dianjurkan juga untuk memperbanyak melakukan amalan sunnah yang lain, seperti sholat sunnah, membaca alqur’an, bersedekah dan lainnya. Selain itu sebuah hal yang penting bagi kita untuk menjaga kondisi fisik agar kesehatan tubuh kita terkondisikan di bulan Ramadhan.
Kedua, meningkatkan pemahaman seputar puasa. Seiring dengan perkembangan zaman hingga manusia harus menghadapi permasalahan yang semakin kompleks, banyak hal yang perlu diketahui oleh muslim terkait dengan seputar hukum dan fiqh puasa. Oleh karena itu, alangkah baiknya apabila kita memperkaya pengetahuan tentang puasa di bulan Sya’ban. Di era teknologi saat ini, informasi tentang seputar puasa dapat kita dapatkan darimana saja, sepanjang kita mau mencarinya dan meluangkan waktu untuk belajar. Hal ini dilakukan agar ketika bulan puasa nanti kita tidak menyia-nyiakan kesempatan yang Allah berikan di bulan Ramadhan dan dapat mengoptimalkan amal ibadah kita.
Ketiga, merasakan kegembiraan dan menyebarkan kegembiraan kepada muslim yang lain karena hari yang dinantikan segera tiba. Rasul SAW meyuruh kita untuk bergembira setiap hari, tidak ada tempat bagi seorang muslim untuk bersedih dan gelisah. Ketika Ramadhan tiba, maka setiap muslim akan merasakan kegembiraan dua kali, yaitu saat berbuka dan bertemu Allah (HR. Muslim). Jangan sampai terlintas dalam pikiran kita bayangan-bayangan kesedihan, kelaparan, kesulitan berdagang dan godaan tidak kuat berpuasa jika berpuasa selama bulan Ramadhan. Hanyalah orang munafik dan orang kafir yang tidak suka setiap Ramadhan menyapa.
Semoga kita dapat bertemu dengan bulan ramadhan kembali, diberikan kekuatan untuk beribadah secara maksimal, dan keluar dari madrasah Ramadhan dengan lulusan yang memiliki derajat ketaqwaan yang semakin meningkat. Allahumma baariklana fii rajab wa sya’ban, wa ballighna ramadhan... Ya Allah, berkahilah kami pada Rajab, dan Sya’ban dan sampaikan kami pada Ramadhan….Aamiin.
By Yuni Yulia Farikha
Monday, July 5, 2010
“Masih Adakah Sikap WARA’ Dalam Diri Kita?”
Tulisan ini merupakan manifestasi kegelisahan seorang aktifis ekonomi syariah (insha Allah) melihat fenomena yang dilakukan oleh beberapa mahasiswa di mahallah dimana mereka tinggal. Disadari maupun tidak, menurut saya, para mahasiswa tersebut telah menggunakan hak yang sebenarnya bukan hak mereka.
Dari informasi bidang kemahasiswaan kampus, ternyata mahasiswa yang belajar di IIUM hanya membayar bea study dengan jumlah yang sedikit dari jumlah biaya operasional yang dikeluarkan oleh pihak universitas. Setiap mahasiswa lokal hanya membayar 10 % dari biaya operasional dan untuk mahasiswa internasional membayar 20 %. Sisa biaya operasional dibebankan oleh pemerintah.Dari pembayaran tersebut, mahasiswa dapat menikmati servis ataupun fasilitas yang disediakan pihak universitas.
Namun tidak semua fasilitas diberikan secara bebas, universitas juga memiliki hak untuk membatasi maupun memberlakukan biaya tambahan. Secara logika misalnya, ketika kita menyewa sebuah penginapan setelah merasa cocok dan melakukan pembayaran maka kita diperkenankan menggunakan fasilitas yang disediakan. Akan tetapi jika kita menginginkan fasilitas tambahan, maka kitapun harus membayar biaya tambahan pula.
Saat ini, fenomena yang terjadi adalah masih terdapatnya mahasiswa skoting ( tinggal di mahalah tanpa izin ) dan tidak mendaftarkan alat listrik yang digunakan. Dalam hal pemakaian listrik, sebenarnya peraturan di mahallah sudah sangat jelas bahwa alat yang memerlukan supply listrik besar seperti rice cooker dilarang karena instalansi listrik mahalah tidak didesign untuk memasak didukung kapasitas listrik yang tidak mencukupi. Dalam peraturan mahallah, mahasiswa harus mendaftarkan alat listrik yang dimiliki seperti pemanas air, setrika, radio / transistor, laptop, printer, hair dryer dan pembakar roti. Setiap alat listrik tersebut dikenakan biaya listrik RM5 seperti pemanas air, toaster dan RM 10 untuk laptop untuk pemakaian selama 1 tahun. Secara matematis jika kita menggunakan 7 alat tersebut sekaligus maka hanya membayar 13,7 sen setiap hari, murah bukan? bahkan lebih murah dari harga sebuah permen. Namun hal ini mempengaruhi kehalalan dalam menggunakan alat listrik yang dipakai, tidak memakai alat listrik secara sembunyi – sembunyi, tidak takut jika terdapat spot check maupun tidak beresiko membayar denda 50 RM. Lebih dari itu, mahasiswa akan tinggal di mahallah dengan lebih tenang karena tidak menggunakan hak universiti yang telah jelas bukanlah hak mereka.
Mungkin sebagian mahasiswa menganggap hal ini adalah remeh dan tidak penting. Namun, kita perlu ingat bahwa dalam pandangan Allah segala sesuatu adalah penting dan bermakna. Dalam surat Al – An’am ayat 59 disebutkan “..Dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya”. Maksud dari ayat ini adalah jika daun yang gugur yang mungkin dianggap sepele oleh manusia saja tidak luput dari perhatian Allah, apalagi manusia? Manusia dan semua perbuatannya pasti tidak akan lepas dari pengawasan Allah.
Ustaz Ismail, seorang pegawai Co-Curriculer Activity Campus (CCAC) mengatakan bahwa dalam penggunaan listrik ini yang halal sudah jelas dan yang harampun sudah jelas. Janganlah kita mendekati pada perkara yang syubhat. Sebagaimana hadits dari Abu Abdullah An Nu’man, rasulullah bersabda: Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas dan diantara keduanya juga terdapat perkara – perkara yang syubhat ( tidak jelas antara halal dan haram ) yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang. Orang yang memelihara dirinya dari perkara – perkara syubhat adalah seperti orang yang melindungi agama dan kehormatan dirinya. Orang yang tergelincir ke dalam perkara syubhat itu akan tergelincir masuk ke dalam perkara haram. Hadis tersebut mengingatkan kita agar menjaga diri dari perbuatan syubhat yang merupakan sikap wara’.
Kisah masyhur tentang Amirul Mukminin Umar bin Abdul Azis dan lilin negara juga menyiratkan makna yang mendalam tentang wara’. Pada suatu malam, datanglah seorang tamu yang merupakan utusan gubernur yang akan melaporkan tentang kondisi masyarakat di wilayahnya pada waktu itu, kemudian Umar menyalakan lilin yang besar. Setelah apa yang dilaporkan selesai, maka utusan tersebut melanjutkan pembicaraan dengan menanyakan kondisi keluarga Amirul Mukminin. Sebelum menanggapi pertanyaan dari tamunya, maka Umarpun meniup lilin yang besar dan menyalakan lilin kecil yang hampir tidak dapat menerangi ruangan karena cahayanya yang teramat kecil. Kemudian beliau menceritakan keadaan dirinya, anaknya dan keluarganya. Dari kisah tersebut menggambarkan betapa wara’nya Umar bin Abdul Azis, beliau tidak menggunakan lilin yang merupakan harta negara untuk kepentingan keluarganya. Artinya beliau tidak mau menggunakan hak yang bukan menjadi haknya. Masha Allah!
‘Ala kulli hal, tulisan ini diharapkan menjadi wasilah saling menasehati dalam kesabaran dan kebenaran yang merupakan sebuah kewajiban di antara sesama muslim. Mohon maaf jika dirasakan keras, kaku dan kurang berkenan. Semoga dimanapun dan siapapun kita, mahasiswa, profesional, pejabat, maupun masyarakat pada umumnya selalu diberikan keistiqomahan untuk menjaga sikap wara’ dalam setiap aktivitas. Setiap perbuatan manusia, entah yang baik maupun buruk meski hanya sebesar zarrah akan tetap dimintai pertanggung jawabannya kelak di yaumul akhir (QS. Al-Zalzalah : 7 - 8 ). Teringat lagu almarhum Crisye yang berjudul “Ketika Kaki dan Tangan Bicara”. Semoga ketika di yaumul hisab nanti, tangan dan kaki kita hanya bicara semata-mata untuk memberatkan timbangan amal kebaikan kita. Wallahu’alam.
By Yuni Yulia Farikha
Subscribe to:
Posts (Atom)



































