Showing posts with label Tarbiyah Forum. Show all posts
Showing posts with label Tarbiyah Forum. Show all posts

Sunday, February 5, 2012

Syiah is More Dangerous than Liberal



Tidak dapat dipungkiri bahwa Indonesia menjadi ladang subur bagi berkembangnya berbagai ajaran sesat. Dewasa ini syiah dan liberal menjadi bahan pembicaraan media yang tiada henti. Syiah adalah lebih berbahaya daripada liberal merupakan sebuah pernyataan yang disampaikan oleh seorang pakar hadits dari Indonesia, DR Daud Rasyid Harun dalam diskusi tentang Ingkar Sunnah di IIUM pada hari Sabtu 4 Februari 2011. Hal ni disebabkan karena ajaran syiah lebih mudah berkembang di masyarakat umum. Sedangkan paham liberal, hanya dapat diterima di kalangan pemikir atau lingkungan akademik, masyarakat tradisional biasanya akan menolak pemikiran tersebut. Saat ini penganut syiah di Indonesia mencapai lebih dari 6000 orang, mereka banyak membuat pesantren dan kenyataanya ajaran ini mudah masuk ke dalam kalangan NU tradisional.

Kenapa hadits menjadi target utama untuk menyerang Islam? Karena hadits merupakan pengawal ajaran Islam. Apabila Islam diibaratkan sebuah mobil, maka hadits adalah bemper (bagian muka) yang biasanya akan menjadi sasaran utama ketika terjadi kecelakaan dari depan. Dan fungsi hadits adalah supaya Al Qur’an tidak dapat diselewengkan.

Syiah adalah bukan agama Islam, karena mereka mengkafirkan para sahabat nabi dan hanya menerima hadits yang bersinggungan dengan ahlul bait saja. Padahal jika kita mengingat asbabul nuzul dari sebuah ayat “kuntum khairu ummah” yang artinya sebaik-baik ummat, ayat tersebut ditujukan kepada para sahabat, sehingga sebenarnya tidak ada alasan bagi syiah untuk mengkafirkan para sahabat. Syiah memiliki banyak cabang, dan diantara cabang tersebut ada yang dekat dengan ahlusunah wal jamaah, yaitu zaidiyah, yang masih mau menerima hadits. Jika ditelusuri, sebenarnya tidak ada perbedaan antara tulisan Al Qur’an baik di Malaysia, Indonesia dan Iran sebagai negara berpenduduk mayoritas syiah. Namun yang membedakan adalah dalam memahami ayat, penganut syiah sangat bergantung kepada imam mereka. Di negara Iran, saat ini banyak warga Indonesia khususnya kalangan pelajar yang sedang dilatih tentang berdebat, baik cara maupun materi berdebat.

Bagaimana dengan perkembangan pemikiran Islam liberal di tanah air? Konon terdapat dua aktor penting yang telah menyebarkan paham liberal di Indonesia, yaitu Harun Nasution dan Mukti Ali. Harun Nasution menyebarkan ajaran liberal di kalangan pemikir / akademisi di universitas, sedangkan di wilayah birokrasi departemen agama, ajaran liberal disebarkan oleh Mukti Ali. Kemudian tokoh yang lain seperti Komarudin Hidayat, Azyumardi Azra, Ulil Absar Abdala dewasa ini menjadi pelopor berkembangnya ajaran tersebut di Indonesia. Mereka menanamkan pola rasionalisme dalam memahami nash Al Qur’an dan assunah. Apabila nash tersebut tidak dapat dipahami secara logika, maka tertolak.

Menjadi problem bagi para cendekiawan muda Indonesia yang belajar ke barat adalah memiliki keimanan dan akal yang lemah, sehingga mudah dimasuki oleh pemikiran liberal. Dibuktikan dengan adanya beberapa mahasiswa yang kembali ke Indonesia setelah belajar di barat dan membawa paham liberal yang kemudian berkembang hingga saat ini. Terdapat kemungkinan hal ini dikarenakan mereka telah mempelajari Islam dari sumber yang tidak tepat “salah guru”. Padahal sebenarnya jika mereka mau belajar Islam secara benar, di barat masih terdapat sumber yang tepat (faculty islamic studies) yang memiliki komitmen Islam seperti rais QIS di Temple University dan Jonathan Brown di Chicago University, dimana keduanya selalu memberikan khotbah di masjid-masjid Amerika Serikat dan juga dikenal sebagai tokoh yang sangat konservatif, pro syariah.

Ala kulli hal, syiah dan liberal menjadi tantangan bagi umat Islam di Indonesia, khususnya bagi generasi muda. Mari kita membentengi diri dengan pemahaman Islam yang benar. Semoga Allah selalu memberikan petunjuk dan memberikan keistiqomahan kepada kita dalam menegakkan yang haq di muka bumi ini. Wallahu’alam bishawab.
By Yuni Yulia Farikha
Resensi diskusi bersama DR Daud Rasyid Harun, 4 Februari 2012 di IIUM organized by IKPM

Saturday, December 17, 2011

Gangguan Jin dan Ruqyah-Meruqyah



Dalam hadits riwayat Muslim, jin dan syaitan mengganggu manusia ketika mulai terbenam matahari sehingga hitam legamnya sore hari betul-betul hilang. Sehingga pada waktu tersebut, Rasulullah memerintahkan kita dan anak-anak untuk berada di dalam rumah, memasukkan hewan piaraan dan menutup pintu rumah. Gangguan kesurupan pernah terjadi pada masa Rasulullah. Sebagaimana sebuah riwayat hadits tentang seorang wanita yang minta didoakan oleh Rasulullah agar ketika dia sedang kesurupan, aurat dia tidak terbuka. Gangguan kesurupan bisa dilihat dari kesurupan keseluruhan, kesurupan separuh misalnya sakit di tangan, kesurupan terus menerus maupun sering kaget-kaget.

Tanda-tanda kesurupan diantaranya yang pertama adalah gemetar ketika dikumandangkan azan dan dibacakan ayat suci Al Qur’an. Jin terjahatpun yang dikenal sebagai jin Ifrid akan lari terbirit-birit apabila mendengar azan. Kedua, saat bangun selalu dibuat stress, gelisah dan ketakutan. Ketiga, sering pusing. Keempat, senang menyendiri. Kelima, mata berkedip dan lutut bergetar. Keenam, malas dan tidak mau mandi. Ketujuh, kesurupan dan kejang-kejang.

Tanda gangguan jin yang lain misalnya ketika tidur yang pertama adalah bermimpi melihat orang aneh, jelek atau orang yang sudah mati. Kedua, mimpi yang menakutkan dan membuat takut tidur. Ketiga, tertawa berlebihan, sering tertawa ketika tidur atau apabila diam akan diam sekali. Keempat, suka marah. Kelima, sering meluapkan kegembiraan secara berlebihan. Keenam, lalai yang sangat. Ketujuh, suka mengikuti hawa nafsu atau sikap buruk yang berterusan. Kedelapan, suka menyakiti orang lain.

Yang menjadi sebab kesurupan ada enam hal. Pertama, ujian dari Allah, karena apapun penyakit yang menimpa, berkurangnya rizki adalah merupakan bagian ujian dari Allah. Kedua, merupakan sanksi atau siksa atas maksiat yang kita lakukan sebagaimana dalam surat Az zukhruf ayat 36. Ketiga, karena asmara, sehingga jin mahabbah yang merupakan jin paling keras (sulit keluar) masuk ke dalam tubuh seseorang. Keempat, karena sebab balas dendam, hal ini bisa terjadi karena kita mengganggu tempat tinggal jin baik disengaja maupun tidak disengaja. Kelima, hanya iseng yang dilakukan oleh jin yang usil. Keenam, jin yang dikirim oleh tukang sihir.

Dewasa ini, kita melihat banyak sekali praktek pengobatan gangguan jin baik yang sesat maupun yang sesuai syariah. Antara praktek sihir dengan ruqyah memiliki perbedaan yang harus kita ketahui untuk menyelamatkan kita dari murka Allah. Berikut tanda-tanda pengobatan gangguan jin oleh tukang sihir maupun dukun yang mengindikasikan perbuatan syirik. Pertama, awalnya menanyakan nama pasien dan nama ibu pasien sambil komat-kamit. Kedua, meminta bekas yang dipakai oleh pasien, seperti sapu tangan, baju, kopiah, kaos dll. Ketiga, menyembelih hewan tertentu (untuk tumbal). Keempat, darah hewan dipercik-percikan. Kelima, menulis tsalatsin (isim-isim). Keenam, walaupun di awal membaca basmalah, akan tetapi setelahnya membaca mantra-mantra yang tidak jelas. Ketujuh, memberi isi/jimat kepada pasien. Kedelapan, memerintahkan pasien untuk menyendiri di ruang yang tidak terdapat sinar. Kesembilan, memberikan pasien sesuatu untuk ditanam di depan rumah. Kesepuluh, memberikan pasien kertas-kertas yang telah dibacakan mantra. Kesebelas, komat-kamit yang tidak dapat dipahami. Kedua belas, mampu menebak pribadi pasien. Ketiga belas, dibekali rajah yang ditulis di badan, punggung atau di tempat yang sakit.

Bagaimana mengobati orang yang kesurupan?
Tidak ada obat yang paling mujarab selain Al Qur’an, bukan hanya obat untuk penyakit ghaib tetapi juga untuk penyakit medis. Karena Al Qur’an adalah asy-syifa. Seseorang yang mengobati orang yang terkena gangguan jin disebut peruqyah/ ar rooqiy. Peruqyah bukanlah sebuah profesi. Menurut At Thoyar dan Abu Bas menyatakan bahwa kurang afdal apabila banyak dibuka klinik-klinik ruqyah, yang kemudian menyulut terjadinya persaingan yang tidak baik. Adapun, yang menjadi syarat peruqyah diantaranya yaitu pertama, memiliki akidah yang kuat. Kedua, Ikhlas karena Allah. Ketiga, taat kepada Allah. Keempat, selama meruqyah ditemani oleh mahram dan menutup aurat. Kelima, menjaga bersuci. Keenam, hendaknya ar rooqiy mendiagnosa sebelum meruqyah. Ketujuh, amanah dan tidak membuka aib pasien.
Sedangkan yang diruqyah, hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut. Pertama, meyakini bahwa manfaat dan mudharat datangnya dari Allah. Kedua, yakin bahwa Allahlah yang menyembuhkan, peruqyah hanyalah sebuah perantara. Ketiga, semakin taat kepada Allah. Dan selama diruqyah diusahakan untuk senantiasa dalam keadaan sadar dan berzikir, jangan sampai jiwa dikuasai oleh jin.

Mari kita berusaha untuk tidak meminta diruqyah. Kenapa? Terdapat sebuah hadits shahih yang mengatakan bahwa terdapat 70000 golongan umat yang akan masuk surga tanpa hisab. Salah satu yang tidak termasuk dalam golongan tersebut adalah seseorang yang meminta untuk diruqyah. Sehingga langkah yang terbaik adalah, apabila kita mengetahui terdapat gangguan jin pada kawan maupun orang-orang di sekitar kita, maka kita yang berinisiatif untuk membantu meruqyahnya.

P3K (Pertolongan Pertama Pada Kesurupan) dimulai dengan menghilangkan rasa takut, pegang pasien, pegang ubun-ubun sambil membacakan Al Fatihah, ayat kursi, An Nas, Al Falaq dan Al Ikhlas, maupun membaca kumpulan ayat-ayat ruqyah. Ayat-ayat ruqyah berisi surat pilihan tentang ancaman bagi jin kafir seperti surat al Jin. Kita juga harus ingat bahwa sebaik-baik meruqyah adalah menjadi peruqyah bagi dirinya sendiri. Ala kulli hal, yang terpenting agar kita terlindungi dari gangguan jin dan syaitan adalah mari selalu berzikir, membaca doa dalam setiap aktifitas, zikir ma’tsurat pagi dan petang dan menghindari perbuatan-perbuatan yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan jin. Wallahu’alam bi shawab.by Yuni Yulia Farikha

Taskif FOTAR pada hari Sabtu, 7 Desember 2011 di UIA oleh ustaz Muhammad Ikbal Ismail yang berjudul Fenomena Alam Ghaib dan Jin dalam Perspektif Syariat.

Fenomena Alam Ghaib dan Jin dalam Perspektif Syariat





Mungkin ada pertanyaan yang timbul kenapa taskif bulan ini mengupas tentang Alam Ghaib dan Jin dalam Perspektif Syariat. Topik ini sengaja dipilih sebagai bentuk manifestasi keprihatinan bahwa masih ada sebagian umat Islam yang kurang memiliki pemahaman yang benar dalam masalah ini. Dan juga sebagai bentuk antisipasi dan penanggulangan terjadinya gangguan jin yang belakangan sering terjadi di sekitar kita. Fakta mengungkap adanya dua kutub extreme dalam mensikapi masalah jin. Sebagian orang tidak mengambil perhatian bahkan tidak mau tahu. Di sisi lain, terdapat pula sebagian orang yang tersesat dalam kemusyrikan karena salah dalam memahami masalah ini, nauzublillhi min dzalik. Padahal kita yakin bahwa Islam adalah agama yang moderat dan comprehensive. Bagaimana sebenarnya Islam mengatur tentang alam ghaib dan jin? Berikut ulasan materi dari ustaz Muhammad Ikbal Ismail.

Ada tiga point penting dalam pembahasan dalam materi ini. Pertama, sebagai seorang muslim, kita harus beriman kepada yang ghaib seperti meyakini adanya jin dan syaitan, percaya akan kabar-kabar yang akan dan telah terjadi di dalam Al Qur’an. Hal ini sebagaimana yang telah disebutkan dalam surat Al Baqarah ayat 3 tentang kewajiban untuk beriman kepada yang ghaib. Dalam ayat tersebut juga menggandengkan antara sholat dengan kepercayaan terhadap makhluk ghaib. Kedua, seorang muslim harus beriman kepada takdir, baik maupun buruk. Misalnya, apabila ada gangguan jin yang menimpa seorang muslim, maka harus dipercayai sebagai takdir. Ketiga, seorang muslim harus selalu berusaha untuk bersabar dalam menjalani takdir.

Takut kepada jin? jangan pernah merasa takut kepada setan dan jin. Dalam surat Al A’rof ayat 27 dikatakan bahwa setan tidak ada yang benar, dia selalu berkhianat dan membawa kesesatan. Hanya orang yang tidak berimanlah yang menjadikan setan dan jin sebagai pemimpin. Allah telah menciptakan manusia sebagai ciptaan yang paling mulia di atara makhluk yang lain sebagaimana dalam al Isro ayat 70. Abu Bakar Al Jaziri berkata bahwa sesungguhnya jika terdapat jin yang paling sholih dalam golongan jin, maka manusia lebih mulia daripada dia. Sehingga kita tidak boleh takut kepada jin, menghormati jin bahkan meminta perlindungan kepada jin (surat al jin ayat 6), nauzubillhi min zalik. Kita sering menyaksikan di masyarakat, misalnya ketika melewati jembatan yang konon “ada yang menunggu”, maka pengemudi akan membunyikan klakson terlebih dahulu agar tidak diganggu. Nah, praktek seperti ini adalah tidak ada syariatnya. Hal ini merupakan bagian dari penghormatan terhadap jin. Padahal, semakin jin dihormati maka dia akan menjadi semakin besar kepala.

Apa yang dimaksud dengan jin? Kata jin berasal dari jana-yajinu yang berarti sesuatu yang terhalang. Disebut janah yaitu surga yang ditutupi oleh pohon yang rindang. Tameng atau alat pelindung orang yang berperang disebut jina. Orang gila disebut majnun yang artinya akal pikiran telah tertutup. Asal usul jin sebagaimana disebutkan dalam surat al Hijr ayat 26-27 bahwa jin diciptakan dari api yang sangat panas. Seorang muslim tidak akan pernah dapat melihat jin dalam rupa aslinya kecuali jin tersebut menjelma dalam bentuk manusia maupun binatang.

Jin hidup pula seperti manusia, yaitu berkabilah maupun bersuku-suku. Jin terdiri dari tiga jenis. Pertama, jin dari bangsa yang terbang di luar angkasa. Ini merupakan jin yang tertinggi pangkatnya yang sering mencuri berita dari langit. Mereka biasanya bersekutu dengan tukang sihir. Kedua, jin dari kelompok ular dan anjing. Mereka biasanya berwarna hitam. Jin dalam wujud ular dahulu ada pada zaman Rasulullah saw. Apabila melihat ular maupun anjing kita tidak boleh membunuhnya secara langsung. Kita diperintahkan untuk mengusirnya terlebih dahulu dengan menyebut asma Allah sebanyak tiga kali, baru kemudian membunuhnya apabila binatang tersebut tidak mau pergi. Ketiga, jin dari kelompok berkaki dua dan berkaki empat. Misalnya jin yang berwujud manusia. Sahabat nabi, Abu Hurairah pernah suatu ketika didatangi oleh jin yang berwujud orang tua. Jin tersebut mencuri di baitul mal, pergi selama berkali-kali kemudian ditangkap. Jin tersebut juga mengajari ayat kursi kepada Abu Hurairah. Para ulama menyepakati tentang diperbolehkannya menerima ajaran jin tersebut, karena mengandung kebaikan.

Dalam surat Az Zariyat ayat 56 dan Al Ahqaf ayat 29 dikatakan bahwa diciptakannya jin adalah untuk beribadah kepada Allah. Apakah antara jin dan manusia dapat melakukan perkawinan? Ibnu Taimiyah berkata bahwa keduanya dapat berkawin dan memiliki keturunan. Para ulama juga bersepakat bahwa keduanya dapat terjadi perkawinan tetapi tidak boleh disengaja untuk mengadakan perkawinan antara jin dan manusia.

Dimanakah tempat tinggal jin
? pertama, tanah lapang, lembah-lembah dan lereng-lereng. Kita tidak boleh membiarkan tanah kosong yang tidak ditempati sebagai tempat bermain anak-anak. Kedua, tempat sampah dan tempat yang terdapat makanan. Ketiga, tandas dan tempat berwudhu. Keempat, tanah-tanah yang retak, lubang-lubang maupun gua. Kelima, tinggal bersama manusia di rumah. Keenam, kandang onta sebagaimana sebuah hadits yang mengatakan bahwa Rasulullah saw melarang sholat di kandang onta. Ketujuh, tempat yang ditinggal oleh tuannya. Delapan, kuburan sebagaimana hadits yang mengatakan bahwa semua tempat di bumi ini adalah suci kecuali kuburan dan kamar mandi. Sembilan, di pasar-pasar. Terdapat sebuah hadits yang melarang kita untuk menjadi orang pertama dalam pasar dan melarang menjadi orang terakhir yang berada di pasar


Taskif FOTAR pada hari Sabtu, 7 Desember 2011 di UIA oleh ustaz Muhammad Ikbal Ismail yang berjudul Fenomena Alam Ghaib dan Jin dalam Perspektif Syariat .

Monday, July 18, 2011

Tarhib / Welcome / Selamat Datang Ramadhan






Marhaban ya ramadhan.....semoga kita bisa sampai di bulan ramadhan tahun ini yang tinggal beberapa hari lagi. Sudah hal yang lazim terlihat banyak kegiatan diadakan oleh umat Islam di berbagai belahan dunia dalam rangka menyambut ramadhan dengan senang hati atau yang sering disebut tarhib ramadhan.

Masih teringat, kegiatan tarhib ramadhan beberapa tahun lalu ketika masih berada di tanah air. Melakukan konvoi bersama para kader PKS dari lima kecamatan. Saya merasa kegiatan tersebut adalah bagian dari syiar Islam yang menunjukkan tentang begitu pentingnya ramadhan. Sepanjang konvoi,kami menyebarkan pula selebaran tentang ramadhan. Selebaran itu berisi tentang tips-tips ramadhan sehat, menu makanan berbuka dan sahur, fikih puasa dan lain sebagainya.Masya Allah,,,, meski capek tapi begitu menyenangkan dan saya sangat menikmatinya.

Insya allah ramadhan tahun ini adalah yang ketiga kalinya selama di Malaysia. Meski tidak sesemarak di Indonesia, tetapi beberapa kali mengikuti kajian tarhib ramadhan dirasakan sangat bermanfaat, meski materi yang disampaikan merupakan materi-materi yang pernah disampaikan pada tahun-tahun sebelumnya dan bersifat mengingatkan kembali. Dalam bulan ini, saya berkesempatan mengikuti lima kali kajian tarhib ramadhan. Dimulai dari 3 Juli oleh ustaz Muntaha Zain. Di masjid kampus juga tidak ketinggalan dengan mengundang tokoh intelektual muslim dari Australia yaitu syaikh Tawfiq Chowdary dan syaikh Muhammad pada tanggal 13 Juli yang lalu. Pada tanggal 16 Juli saya juga mengikuti tarhib ramadhan yang diadakan oleh DPD PKS Kuala Lumpur oleh ustaz Muzakir. Kemudian 17 Juli saya juga berkesempatan mengikuti tarhib ramadhan di sungai cin cin yang disampaikan oleh ustaz Yusuf. Alhamdulillah.

Ustaz Muntaha ketika itu memaparkan tentang puasa kaitan antara raga dan ruh, sejarah puasa dalam perspektif Islam dan agama-agama yang lain. Sedangkan Syaikh Tawfiq mengatakan bahwa tujuan utama dari berpuasa adalah untuk meraih ketakwaan, untuk menyeimbangkan hati dan begitu pentingnya melakukan persiapan puasa sunnah baik sebelum (sya’ban) dan sesudah (syawal). Syaikh Muhammad mengingatkan agar hendaknya kita dapatn menjadikan ramadhan sebagai bulan yang mengajarkan kita untuk menjadi umat yang lebih baik dengan selalu mengevaluasi diri, baik fisik, pikiran, jiwa maupun hati.

Ustaz Muzakir menyampaikan tentang tips menyambut ramadhan yang diringkas dalam tujuh hal. Pertama: mengungkapkan rasa bahagia akan datangnya ramadhan. Kedua: memperbanyak doa. Ketiga: bertaubat, mendekatkan diri pada allah dan& meninggalkan maksiat. Keempat: memahami ilmu tentang puasa yang dapat dipelajari dalam kitab shahihul bukhari “bab al-ilmu qbla al-amal” Imam Bukhari . Kelima: warming-up; persiapan amalan-amalan sebelum memasuki bulan ramadhan yang meliputi: solat berjamaah di masjid, sholat subuh berjama’ah di masjid dan i’tikap hingga matahari terbit, puasa, berdoa menjelang buka dan memberi makan orang puasa, tilawah, tahajjud, sedekah. Keenam: menyusun program aktivitas ramadhan.

Ustaz Muzkir menambahkan pula bahwa berpuasa selama bulan Ramadhan dapat menghasilkan beberapa output yang sangat menakjubkan. Pertama, pernyataan Tom Branch, dari Columbia Press:puasa sangat bermanfaat bagi kejernihan fikiran, sangat membantu pandangan mata sehingga pandangan menjadi jelas sekali dan membantu dalam menganalisis ide-ide baru atau persepsi serta memberikan pengaruh kejiwaan yang besar.Kedua, melahirkan etos kerja tinggi dan mentalitas amanah.Ketiga, adanya perasaan muraqabatullah dalam diri. Keempat, bekerja tanpa pamrih untuk umat dan untuk siapa saja.

Agar program selama ramadhan lebih terarah, maka perlunya mengaplikasikan mega proyek ramadhan. Proyek ini disampaikan oleh ustaz Muzakir yang terbagi dalam tiga proyek. Proyek pertama: agenda malam pertama bulan ramadhan dengan tujuan menghidupkan malam pertama bulan ramadhan, berusaha untuk mendapatkan pandangan dari allah swt, mendapatkan ampunan dan kebebasan dari api neraka. Proyek kedua: infaq $ 30 juta selama ramadhan yang bertujuan untuk memperbanyak pahala sedekah dan meneladani kehidupan rasulullah saw dalam berinfaq. Proyek ketiga: 510 rakaat yang memiliki tujuannya untuk menjaga ibadah fardhu dengan berjamaah di mesjid selama bulan ramadhan sebanyak 150 shalat dan 510 rakaat, mencapai lipatan pahala ibadah fardhu yang lebih banyak 70 kali lipat dari pada selain bulan ramadhan, membantu seorang muslim dalam memuhasabah ibadahnya, membantu seorang muslim dalam melaksanakan ibadah sunat dengan kedisiplinan dalam menjalankan ibadah.

Ustaz Yusuf dalam tausiyahnya menyampaikan tentang keutaman puasa ramadhan yang tercantum dalam tiga hadits shahih. Selan itu beliau mengingatkan pula tentang fikih puasa seperti hal-hal yang membatalkan puasa. Dan juga perlunya mempersiapkan diri baik persiapan fisik, financial, ilmu dan ruhiyah dalam menghadapi bulan Ramadhan.

Ala kuli hal, sambil menunggu datangnya bulan suci ramadhan, masih kiranya ada kesempatan bagi kita untuk mempersiapkan diri sekaligus mencanangkan harapan baru bahwa ramadhan tahun ini harus lebih baik dari tahun sebelumnya. Apalagi kita tidak mengetahui akankah kita bertemu kembali dengan Ramadhan berikutnya.my friends, Let’s prepare to be better in this coming ramadhan!
By: Yuni Yulia Farikha

Saturday, May 7, 2011

Tabarruj, Ikhtilat wa Afatul Lisan, Let’s Remove Them!





Pelajaran hari ini begitu mengena dan membekas di hati. Penjelasan tentang tabarruj, ikhtilat dan afatul lisan (bahaya lisan) selama satu setengah jam dirasakan dapat membuat diri ini menjadi semakin merasa bersalah, merasa berdosa dan berniat untuk muhasabah diri. Ya Rabb, terima kasih kami telah diingatkan. Tanpa sadar, kalimat istighfar selalu terucap selama materi itu dikupas.


Tabarruj, sebenarnya sudah bukan asing lagi di telinga kita. Seringkali istilah itu didiskusikan di forum-forum pengajian, dikupas di buku maupun media informasi yang lain. Tabarruj secara bahasa berarti ketinggian, menarik perhatian. Segala sesuatu yang menarik perhatian dan membangkitkan nafsu, itulah tabarruj. Sebagai wanita kita diperintahkan untuk tidak menampakkan perhiasan sebagaimana orang-orang jahiliyah yang tertulis dalam surat Al Ahzab ayat 33.


Tabarruj dikatakan juga berhias seperti orang jahiliyah. Dahulu ketika masa Rosulullah, seorang wanita disebut jahiliyah ketika dia keluar rumah, bercampur dengan laki-laki, berlenggak-lenggok dan menampakkan leher mereka. Tabarruj merupakan bagian dari protokoler Yahudi untuk menghancurkan Islam khususnya para perempuan. Saat ini, era modern, fenomena jahiliyah modern justru lebih parah lagi daripada jahiliyah pada zaman rosulullah. Tidak hanya leher yang tampak , tetapi aurat dibiarkan terbuka bahkan dipertontonkan di depan khalayak ramai. Rasa malu berubah menjadi rasa bangga, nauzubillahi min zalik. Tidak heran jika kemudian fenomena inilah yang menyebabkan kehidupan sekarang penuh dengan fitnah.


Sebagai seorang muslimah yang telah berusaha menutup aurat dengan berjilbab maupun berbusana Muslim ternyata juga berpotensi terkena penyakit tabarruj. Penampilan muslimah saat ini, tidak pelak menimbulkan daya tarik bagi kaum adam. Bahkan, muslimah bercadarpun ada kemungkinan dapat membangkitkan nafsu laki-laki hanya karena melihat dari mata yang indah. Sehingga dalam hal ini, mari kita introspeksi diri, apakah selama ini penampilan kita sudah terhindar dari tabarruj, tidak menarik perhatian? Pilihan warna, model baju, kerudung kita dan wajah kita apakah menarik perhatian? Ketika banyak orang berlomba-lomba untuk memperbaiki penampilan dan mempercantik wajah, yang paling utama adalah meluruskan tujuan atau niatan kita. Untuk apa kita melakukan semua itu?agar menarik perhatian atau semata-mata karena untuk menjaga anugrah dari Allah ini sekaligus untuk menjaga kesehatan kita?.


Ikhtilat yaitu bercampurnya dua atau lebih laki dan perempuan. Aktifitas belajar, berdiskusi dengan lawan jenis memang tidak bisa dihindarkan selama study. Tapi seharusnya kita punya komitmen untuk meminimalisir berhubungan dengan kaum adam, baik yang masih single maupun yang sudah menikah. Janganlah kita membuka peluang hubungan lebih dekat, misalnya dengan ngobrol, telepon, chating bahkan sampai berkhalwat, nauzubillahi minzalik. Beberapa bahaya dari ikhtilat diantaranya maksiat kepada Allah, termasuk dosa besar, mendatangkan laknat, sifat penghuni neraka dan menodai kehormatan keluarga serta masyarakat.


Afatul lisan artinya bahaya lisan, namun bukan berarti bahwa lidah selalu membawa mudharat tetapi lidah juga bermanfaat bagi manusia. Rasulullah saw berpesan “barang siapa beriman kepada Allah dan hari kiamat hendaklah berkata yang baik atau diam”. Dan ingatlah bahwa ketika hari kiamat nanti lidah, tangan dan kaki menjadi saksi atas apa yang kita kerjakan sebagaimana surah Annur: 24. Dalam surah Qoof :18 juga disebutkan bahwa tidak ada satu ucapan pun yang diucapkan, kecuali di dekatnya ada malaikat Raqib dan Atid.


Secara ilmiyah, ilmu kedokteran membuktikan bahwa diantara lubang-lubang yang terdapat dalam tubuh manusia, seperti lubang hidung, telinga, saluran kotoran. Namun hanya lubang mulut yang paling banyak mengandung virus. Secara lahiriah, mulut mengandung banyak virus, apalagi secara batiniah.


Imam Al bashri mengemukakan bahwa lidah orang berakal itu terletak di belakang akalnya. Jika ia berkata, maka ia akan berpikir terlebih dahulu. Ada banyak fenomena bahaya lisan yaitu ungkapan yang tidak berguna, berbicara berlebihan, ungkapan yang mendekati kebatilan dan maksiat, berbantah-bantahan bertengkar dan berdebat kusir, banyak berbicara yang berlebihan karena ingin mendapatkan haknya, bercanda dan bersenda gurau, ungkapan yang menyakitkan/nyelekit, melaknat walaupun binatang atau benda maupun manusia, bernyanyi dan bersyair yang menimbulkan nafsu, berfasih-fasih dalam berbicara untuk menarik perhatian, membocorkan rahasia, dusta dalam janji dan sumpah, menceritakan keburukan orang lain/ghibah, menyanjung yang menjerumuskan, menyebutkan sesuatu yang membuat malu/kejelekan sehingga membuat tertawa dan bertanya-tanya yang bukan-bukan hingga memberatkan orang untuk menjawab.


Bagaimana kita menjauhi bahaya lidah? Dua hal yang penting dalam hal ini untuk menjadi pedoman. Mari jaga mulut kita agar tidak kemasukan barang haram dan jaga mulut kita agar tidak mengeluarkan kata-kata yang seharusnya tidak dikatakan. Abu bakar dikenal sebagai orang yang paling hemat dalam berbicara. Ketika ditunjuk sebagai khalifah, beliau hanya berpidato sebentar, singkat namun padat. Hingga para sahabat dan kaum musliminpun dapat menghafal pidato beliau. Kepemimpinan model Abu bakar inilah yang diidamkan saat ini. Hemat berbicara, singkat padat, penuh arti dan konsisten. Apa yang dikatakan itulah yang ada dalam pikiran maupun perasaan. Antara ucapan dan tindakan tidak ada perbedaan.


Alla kulli hal, tidak ada kata terlambat dalam kita memperbaiki diri kita. Memang memerlukan proses untuk bisa 100 % steril dari tabarruj, ikhtilat maupun bahaya lisan. Mari berazzam untuk memperbaiki diri dan menjauhkan dari tabarruj, ikhtilat dan menjaga lisan kita. Dan jangan lupa untuk saling mengingatkan. Wallahu’alam
By Yuni Yulia Farikha referenced from Materi Tazkiyah Tarbiyah

Sunday, January 9, 2011

Menjadi Murabbi...Sebelum Menjadi Yang Lain



Alhamdulillah, setelah sempat tertunda dua pekan dari jadwal yang diagendakan akhirnya kegiatan Daurah Murabbi berhasil dilaksanakan. Tepatnya di hari Ahad 9 Januari 2011 bertempat di atas mushola Al Amin Gombak Kuala Lumpur. Pujian selalu terungkap untuk Allah SWT yang telah memberikan kemudahan-kemudahan sebelum dan selama kegiatan tersebut berlangsung. Syukran untuk semua ikhwah yang terlibat, baik para pemateri, panitia maupun peserta.


Daurah Murabbi yang telah diadakan ini adalah hasil kerjasama antara lembaga dakwah tarbiyah yang ada di IIUM dengan DPD PKS Kuala Lumpur. Adapun urgensi kegiatan adalah agar setiap kader dakwah, khususnya yang berada di IIUM dan Kuala Lumpur memiliki kesiapan untuk membina halaqah khususnya dalam membina anggota tarbiyah tamhidi dan muayyid. Ada tiga hal yang dikupas dalam acara ini yaitu tentang Profil Murabbi, Profil Halaqah dan Micro Teaching. Meski dilaksanakan di dalam ruangan, tetapi acara dapat berlangsung dengan sukses, tidak membosankan dengan materi dan pemateri yang menarik. Tidak ketinggalan penampilan dari grup nasyid Izzatuna yang ikut memberikan semangat kepada peserta dauroh.



Pada sesi yang pertama tentang Profil Murobbi, ustadz Sigit selaku pemateri menjelaskan materi dengan sangat terperinci. Posisi murobbi adalah lebih dari sebagai seorang guru yang kita kenal sejak masih kecil. Hal penting menjadi seorang murobi pertamakali adalah jangan pernah memiliki pandangan yang keliru tentang sosok murobbi dan menghilangkan banyak kekhawatiran dalam diri yang biasa dimiliki, misalnya merasa masih belum tercukupinya ilmu baik skill komunikasi maupun kafaah syar’iyyah. Kita harus mengetahui bahwa tugas seorang murabbi adalah mentabzir bukan menyampaikan materi dengan kata lain murabbi hendaknya menjalankan tugas bagaimana membentuk orang menjadi seorang yang sholih bukan menyampaikan materi. Bukan sebagai tabligh-er tetapi murabbi adalah seorang takwin-er yang memiliki hubungan khusus terhadap jama’ahnya yaitu hubungan moral, emosional, keilmuan, kejama’ahan, tujuan dan system yang Islami. Ada lima belas tugas seorang murobbi dimana tugas tersebut lebih focus kepada hal yang bersifat teknis, administrative dan tarbiyah. Tentu saja perbekalan sangat diperlukan dalam menjalankan tugas tersebut, seperti bekal ilmu (manhaj tarbiyah), ilmu syar’I, bahasa arab, isu kontemporer, ilmu psikologi dan lainnya. Seorang murobbi dikatakan berhasil apabila ia juga memiliki kemampuan untuk mentaqwim para mutarobinya, yaitu ketika kader yang dibina dapat mencapai marhalah/jenjang dakwah dalam waktu yang tidak lama. Dan karena setiap mutarabbi itu memiliki potensi, maka tugas seorang murabbi pula adalah mencari potensi dalam diri mutarabbi, memberikan kerja dakwah yang sesuai dengan dirinya sehingga mutarabbi dapat berdaya guna dalam tarbiyah.



Jika berbicara tentang murabbi maka tidak akan terlepas dengan kata halaqah, keduanya saling berkaitan. Dalam Daurah Murabbi ini, materi tentang Profil Halaqah disampaikan oleh ustaz Fahmi. Halaqah adalah sebuah sarana untuk membina muslim yang merupakan metode talaqqi dan wadah yang efektif karena terjadi proses interaksi antar anggota. Diadakannya halaqah itu tidak boleh terlepas dari mengokohkan hubungan seorang muslim dengan Allah SWT. Beliau menjelaskan tentang sebelas adab halaqah dan barromij halaqah. Halaqah diawali dengan iftitah, infaq, tilawah dan tadabur, talaqi madah, mutabaah, ta’limat dan ikhtitam dengan doa rabitah. Beliau juga menambahkan tentang pentingnya elemen POAC (Planning, Organizing, Actuating and Controlling) dalam managemen halaqah. Dalam sesi ini, pemateri menugaskan peserta daurah untuk mendiskusikan tentang bagaimana focus dakwah pada obyek dakwah pelajar, mahasiswa, buruh dan birokrat yang hasil diskusi tersebut dipresentasikan oleh beberapa perwakilan peserta daurah.



Sessi terakhir dalam Daurah Murabbi adalah Micro Teaching sebagai bekal seorang murabbi, dengan ustadz Supeno sebagai narasumber. Konsep ini sangat popular dalam dunia pendidikan dan diperlukan oleh seorang pengajar dalam menjalankan tugasnya. Beliau menjelaskan materi mulai dari sejarah teori micro teaching, microteaching cycle, hingga arahan praktis selama mengajar. Kendala yang dihadapi oleh seorang pengajar biasanya adalah tidak percaya diri dan penguasaan materi yang kurang. Pada dasarnya, ketrampilan seorang pengajar maupun murabbi dalam menerangkan adalah sama dengan ketrampilan selama melakukan persiapan. Sehingga apabila penguasaan materi baik, maka penyampaian akan lancar dan kendala teknis seperti sering keluar kata e..e..maupun kata latah yang lain akan dapat dihindari. Dan yang penting bagi seseorang dalam berbicara di hadapan publik adalah menyampaikan sesuatu berdasarkan kondisi audience dan jangan pernah menunjukkan kelemahan diri dihadapan mereka.



Ala kulli hal, Daurah Murabbi ini diharapkan juga dapat dilakukan secara bersambungan dan berjenjang mengingat masih banyak materi relevan dan urgent seputar Murabbi dan Halaqah. Materi yang didapatkan selama kegiatan tersebut dirasa sangat cukup menjadi bekal bagi seorang calon murabbi maupun murabbi. Seperti tercharge kembali semangat kita untuk memulai menjadi murabbi maupun menjadi murabbi yang semakin produktif. Sepakat dengan pemateri bahwa seorang saudara yang baik adalah ketika dia telah menjadi seorang Murabbi. Evaluasi diri sudah sejauhmana perjalanan kita menjadi seorang murabbi menjadi hal yang penting. Mari saling mengingatkan untuk terus membina dan semakin berkontribusi bagi dakwah. Semangat Murabbi, Allahu Akbar!wallahu’alam.
by Yuni Yulia Farikha

Saturday, December 4, 2010

BERSIAP-SIAGALAH



Kerja dakwah adalah kerja terus menerus hingga akhir hayat. Perlu diadakan pembagian tugas yang jelas kepada para da’i berdasarkan kafa’ah yang mereka miliki. Yang terkait dengan kerja lapangan, di PKS terdapat pandu keadilan. Motto pandu PKS adalah “bersiap-siagalah” dimanapun mereka berada. Setiap ada panggilan dakwah maka anggota kepanduan harus berada di garda terdepan. Bergabung di barisan putri keadilan/santika selama kurang lebih empat tahun di DPD Kabupaten Magelang telah mengajarkan berbagai arti tentang dakwah dan kehidupan.

Dalam komunitas tersebut, muslimah dipersiapkan agar selalu siap siaga mengawal agenda-agenda dakwah. Kegiatan yang biasa diikuti oleh anggota santika adalah melakukan advokasi di daerah bencana, mengamankan jalannya aksi/demonstrasi, menjadi hadhonah /penjaga anak ketika ada seminar maupun kegiatan dakwah yang lain. Untuk melaksanakan tugas tersebut, anggota santika diberikan pembekalan terlebih dahulu. Persiapan secara fisik, dilakukan dengan melakukan olahraga bersama secara rutin dengan cabang olahraga yang bervariasi, ada senam, voli, badminton, renang maupun beladiri praktis. Pembekalan yang bersifat skill maupun keilmuanpun dilakukan seperti materi tentang survivel, tali-temali, baris berbaris, mendirikan tenda, mengemudikan kendaraan, dapur umum, P3K, psikologi massa dan ketrampilan lainnya. Tidak ketinggalan pula bekal untuk pembentukan mental misalnya, kegiatan yang mengasah keberanian, ketelitian, ketepatan waktu dan ketangkasan. Secara spiritual, setiap pandu keadilan juga harus memiliki komitmen dan keistiqomahan dalam mengamalkan rutinitas ibadah. Seperti membaca alqur’an, sholat, puasa sunnah dan amalan ibadah lainnya. Sehingga dengan perbekalan itulah mereka akan selalu siap jika diterjunkan di daerah yang membutuhkan seperti daerah krisis/ bencana.

Sunatullah, proses regenerasi terus terjadi, termasuk dalam santika. Apalagi, sebagai seorang muslimah, akan mengalami perubahan yang signifikan bergantung papa status mereka. Amanah dakwah ketika masih single, setelah menikah hingga menjadi seorang ibu akan berbeda. Namun yang pasti, dimanapun dan apapun status muslimah harus tetap berkontribusi dalam dakwah. Selamat berjuang saudariku, baik yang masih aktif di santika maupun yang sudah bergelut di area dakwah yang lain. Ma’annajah…Wallahu’alam.
Yuni Yulia farikha

Monday, July 5, 2010

The POWER of SYAHADATAIN





Familiar bagi kita tentang kisah – kisah sahabat Rasulullah dalam mempertahankan dan menjayakan Islam. Subhanallah, mereka harus menghadapi rintangan dengan segala konsekuensinya, harta dan jiwa dipertaruhkan hanya untuk Allah semata. Hingga tidak mengherankan jika sosok mereka menjadi inspirasi para pejuang Islam saat ini dalam mempertahankan tegaknya agama Allah di bumi. Di masa itu sahabat Bilal bin Rabah seorang budak hitam rela diletakkan di hamparan padang pasir yang panas tanpa sehelai baju dengan tubuh ditindih batu besar, disiksa, dicambuk tetapi Masha Allah beliau tetap bersikukuh dengan mengatakan ahad, ahad sebagai pengakuan syahadat dia kepada Allah, Tuhan Yang Esa. Kisah Mush’ab bin Umair yang rela meninggalkan kemewahan dan segala kenyaman hidup sejak ia memutuskan untuk menjadi muslim. Hingga, karena kezuhudannya pada saat meninggal kain kafanpun tidak cukup menutup seluruh badannya.

Maupun kisah keberanian para panglima perang, Hamzah bin Abdul Muthalib, Khalid bin Walid, Thariq bin Ziyad, Shalahudin Al Ayubi hingga Muhammad Al Fatih yang berhasil merobohkan benteng Konstantinopel yang konon sangat kuat, namun karena panglima dan tentara perang yang tangguh, memiliki semangat dan optimisme yang tinggi untuk menegakkan kalimat Allah pada akhirnya mereka berhasil membawa kemenangan. Apa yang telah mereka lakukan itu semua merupakan bentuk refleksi dan implementasi dari syahadatain yang telah mereka ucapkan sejak memutuskan masuk Islam. Syahadat telah melahirkan semangat yang sangat luar biasa, the power of syahadat is never ending energy.

Urgensi Syahadat
Syahadat merupakan kalimat yang singkat, selalu dibaca berulang kali setiap hari dan memiliki makna yang luar biasa. Syahadat merupakan rukun Islam pertama dari lima rukunnya. Bagi seorang muslim, syahadat memiliki arti yang sangat penting.Pertama, kalimat syahadatain adalah pintu masuk Islam sebagaimana tercantum dalam ayat Alqur’an 47: 19, 37: 35, 3:18, 7:172, 25:23, 39:64-65. Dengan membaca syahadatain maka seseorang telah diakui sebagai orang Islam yang memiliki hak dan kewajiban sama dengan muslim lain. Kedua, syahadatain merupakan intisari ajaran Islam yang dilandasi dalam Alqur’an 2:21, 51:56, 21:25, 33:21, 3:31, 6:162, 3:19, 3:85, 45:18,6:153. Dengan syahadatain, syahadat tauhid maka seorang muslim mengakui bahwa segala sesuatu berasal dari Allah yaitu Alqur’an dan syahadat Rasul, maka mereka mengakui semua yang dibawa nabi Muhammad saw yaitu hadits. Sehingga konsekuensi bagi seorang yang bersyahadat adalah mengikuti Alqur’an dan sunnah. Ketiga, syahadatain adalah titik tolak perubahan sebagaimana termaktub dalam Alqur’an 6:122, 33:23, 37:35-37, 85:6-10, 18:2, 8:30. Perubahan semua aspek bermula dari syahadatain, yaitu perubahan dari jahiliyah menuju Islam, dari ketebelakangan menuju kemajuan dan seterusnya. Keempat, hakekat dakwah Rasul maksudnya adalah bahwa syahadatain merupakan konsepsi dasar yang didakwahkan seluruh Rasul sebagaimana tertulis dalam Alqur’an 60:4, 18:110. Kelima, keutamaan yang besar, sebagaimana dalam hadist “Barangsiapa mengucapkan laa ilaaha illallah, ia masuk surga.

Dalam bahasa Arab, makna syahadat adalah ikrar ( 3:18, 7:172, 3:81 ), sumpah ( 63:1-2, 4:138-145 ) dan perjanjian ( 5:7, 2:285, 2:93 ). Ikrar, sumpah dan perjanjian hanya akan terucap dari orang yang benar – benar telah mengetahui dan yakin dengan apa yang diucapkan ( al iman ). Sehingga keyakinan itu akan tercermin dengan ucapan lisan, pembenaran dalam hati dan pembuktian dengan perbuatan. Sedangkan konsistensi dari iman dan ketaatan akan memunculkan keberanian, ketenangan dan optimisme. Sehingga seorang muslim akan terbebas dari rasa takut, resah dan cemas dalam menjalani kehidupannya dan itulah sebenarnyavkebahagiaan yang sejati ( 3:185 ). Adapun hal hal yang membatalkan syahadat adalah syirik ( menyekutukan Allah ), ilhad ( menyimpang dari kebenaran ) sikap yang menafikan sifat-sifat, nama-nama, dan perbuatan Allah dan nifaq ( berwajah Islam, tetapi hatinya kafir ).


Reality Umat Islam Saat Ini
Saat ini, persoalan yang muncul adalah mengapa umat Islam selalu tertinggal dari umat lainnya? Di hampir semua bidang kehidupan. Sebenarnya, akar semua masalah dapat dirunut dan berhulu pada pemahaman dan implementasi syahadat yang kurang benar atau tidak sempurna. Umat Islam masih terjajah, tertindas, tindakan anarkis merajalela, marak pornografi, free sex, penggunaan obat-obatan terlarang, tuduhan terorisme, dan masalah kemiskinan. Semua masalah tersebut menggambarkan begitu lemahnya kondisi umat Islam saat ini.


Bidang Pendidikan, Apa yang Harus Dilakukan ?
Sebuah survey menunjukkan bahwa sumber daya manusia di negara-negara muslim saat ini masih sangat tertinggal dibanding umat lainnya.Hal ini diukur dari perbandingan antara jumlah pakar dalam setiap satu juta penduduk. Israel yang notabene beragama Yahudi mempunyai 16000 pakar, Jepang yang mayoritas penduduk beragama Shinto dan Budha memiliki 6500 pakar, Rusia yang atheis memiliki 5000 pakar, Belanda yang beragama Kristen memiliki 4500 pakar, United Kingdom yang beragama Katolik meiliki 3200pakar, sedangkan negara-negara muslim seperti Mesir, Pakistan, Indonesia, Iran dan Nigeria masih memiliki jumlah pakar yang kurang dari 500.

Lemahnya SDM ini salah satu penyebabnya disinyalir karena cara pandang dan pemahaman terhadap Islam yang tidak kaffah. Berpikir dikotomis atau sekular. Islam hanya dipahami dari aspek ritual belaka sehingga menjadikan Islam terkesan sempit, bahkan hanya memuat ajaran yang sekedar menyiapkan kehidupan akhirat saja dan tidak menjamah pada persoalan keduniaan. Dalam dunia pendidikan, indikasinya dapat terlihat dalam perguruan tinggi Islam versus perguruan tinggi umum, mata pelajaran agama di sekolah versus mata pelajaran umum seperti biologi, fisika, kimia, berhitung dan lain-lain. Hal ini mengakibatkan persepsi yang salah dalam masyarakat seperti, cara berpikir yang dikotomis yang berakibat mempersempit lingkup ajaran Islam itu sendiri. Islam hanya akan berada di masjid-masjid, di tempat-tempat kegiatan spiritual, di seputar upacara kelahiran, pernikahan dan kematian. Kemudian tokoh Islam dipersonifikasi sekedar sebagai ahli doa, bukan penemu salah satu bidang ilmu pengetahuan dari kegiatan risetnya, bukan pengusaha besar, bukan orang yang berada di kancah politik yang sesungguhnya sehari-hari memikirkan dan memperjuangkan umat dan kemanusiaan. Selain itu, dakwah yang belum merata, juga termasuk problem utama umat Islam saat ini.


Padahal, jika kita menelusuri sejarah keemasan Islam, pada waktu itu Islam berhasil melahirkan banyak ilmuwan-ilmuwan sekaliber internasional yang pakar di berbagai bidang: astronomi, kedokteran, geologi dan ilmu-ilmu lainnya. Seperti Umar Khayyam (w. 1123), Al Battani (w. 929), Al Tusi (w. 1274), Tsabit bin Qurrah (w. 901), Abu Bakar Ar Razi (w.935) Al Majriti (w. 1007), Ibnu Nafis (w.1288), Az Zahra (w. 939), Al Ibadi (w. 873) dan Ibnu Majid (abad 15).


Dalam hal ini, Profesor Abdus Salam memberikan peringatan kepada umat Islam yang concern terhadap dunia keilmuwan, hal – hal berikut harus bisa dihindari. Menurut beliau, saat ini umat Islam tidak mempunyai komitmen terhadap sains, baik sains terapan maupun sains murni, tidak memiliki hasrat yang kuat untuk mengusahakan tercapainya kemandirian sains dan teknologi (self reliance) , tidak membangunkan kerangka institutional dan legal yang cukup untuk mendukung perkembangan sains dan menerapkan cara yang tidak tepat dalam menjalankan manajemen kegiatan di bidang sains dan teknologi.


Ala kulli hal, hal penting yang harus dilakukan saat ini adalah senantiasa meluruskan motivasi kita dalam mencari ilmu, memperbaiki sistem pendidikan dan pengajaran yang salah, menggunakan kaedah atau teknik yang tepat dan selalu mengaitkan ilmu yang dipelajari dengan Allah. Harapannya semoga apa yang dilakukan tersebut, menjadi salah satu perwujudan syahadat kita dan menjadi bagian dari solusi dalam menyelesaikan salah satu problema yang dihadapi umat Islam saat ini. Wallahu’alam.sumber: resensi kajian ttg syahadatain

by:Yuni Yulia Farikha (Resensi kajian)